The mists lift after a rainstorm near Batang Gadis National Park in Mandailing Natal, North Sumatra. 

Sumatera Utara

© CI/Tory Read

 

Hutan di Sumatra Utara diperlukan bagi kehidupan masa kini dan mendatang. Kami mengintegrasikan konservasi dan pembangunan di empat kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Pakpak Bharat agar dapat mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.​

 

Mengapa penting?

1 Mata Pencaharian

Sektor perkebunan menyumbang 22,89% untuk produk domestik regional bruto Kondisi alam yang sehat diperlukan agar komoditas seperti karet, coklat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkeh, kelapa, kayu manis, dan tembakau dapat tumbuh dengan baik.

2 Keanekaragaman Hayati

Taman Nasional Batang Gadis merupakan tempat di mana harimau Sumatera dan tapir masih bertahan di alam liar.

 

Tantangan

1 Deforestasi

Tingkat deforestrasi hutan di Sumatera Utara mencapai 1% per tahun terutama karena alih fungsi lahan untuk pertanian, perkebunan, pertambangan dan lainnya.

2 Produksi rendah

Produksi hasil pertanian rendah, produktivitas komoditas seperti padi, jagung, kelapa sawit, kopi dan tanaman lain cukup rendah. Peningkatan kebutuhan akan komoditi tersebut menyebabkan bertambahnya luas lahan produksi.

3 Belum optimalnya pengelolaan

Pemanfaatan dan pengelolaan hutan yang belum optimal, hutan merupakan sumber ekonomi bagi 7 juta masyarakat Sumatera Utara dan pengelolaannya harus dilakukan secara lestari.

4 Kurangnya data

Keterbatasan data tentang keanekaragaman hayati, yang merupakan informasi penting dalam strategi pengelolaan kawasan konservasi.

 

Yang kami lakukan

 

Ecotourism activities initiated by the Sampiri Information Center group invite tourists to explore the forest while studying and staying in the forest.
© Gede Sughiarta

1. Mengembangkan kajian lingkungan hidup strategis

Kami membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang berguna sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.

Park rangers check one of three camera traps they have set up in Batang Gadis National Park in Mandailing Natal, North Sumatra, to monitor wildlife.
© CI/Tory Read

2. Melindungi hutan dan pasokan air

Kami mendukung pemerintah lokal dalam menjaga kawasan hutan yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat dan rumah untuk satwa liar. Kerjasama dengan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) dan beberapa kegiatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat dilakukan. Tidak hanya itu, kami juga membantu membangun bank sampah di Pesantren Mustafawiyah untuk melindungi daerah aliran sungai.

Middleman buys and sells coffee and other commodities in Sipirok, Tapanuli Selatan, North Sumatra
© CI/Tory Read

3. Meningkatkan perekonomian

Bersama dengan sektor swasta, kami memberikan pelatihan kepada petani kecil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil komoditas mereka seperti karet, kopi, coklat dan gula aren. Kami juga membantu petani untuk mendapatkan ke akses pasar.

Oil palm workers at a smallholder oil palm plantation in Tapanuli Selatan, North Sumatra.
© CI/Tory Read

4. Melibatkan sektor swasta

Kami bekerja sama dengan sektor swasta dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan membentuk Sekretariat Bersama Kelapa Sawit Berkelanjutan. Hingga saat ini sudah 16 perusahaan yang menandatangani ikrar kelapa sawit berkelanjutan.

Purba Islamic Boarding School in North Sumatra
© CI/Tory Read

5. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan

Pesantren Mustafawiyah Purba Baru merupakan sekolah Islam tertua di Sumatera dengan jumlah murid mencapai 11.000 orang. Kami memberikan pendidikan lingkungan melalui pembuatan modul dan studio mini agar dapat melahirkan generasi hijau.

A river flows through the Batang Gadis watershed in Mandailing Natal, North Sumatra.
© CI/Tory Read

6. Kerangka Kerja Neraca Bentang Alam

Dalam rangka menyediakan suatu pendekatan yang terukur dan holistik dalam memantau dampak inisiatif pembuatan kebijakan, pengembangan perencanaan terpadu dan pengelolaan bentang alam, Conservation International mengembangkan LAF (Landscape Accounting Framework). Tidak seperti kerangka kerja monitoring dan Evaluasi lainnya dimana kerangka kerja tersebut terbatas secara utama untuk memantau keanekaragaman hayati dan konservasi alam, LAF ini memantau keberlanjutan bentang alam dengan menggunakan indikator yang terukur dari beberapa komponen bentang alam yang dapat digunakan masyarakat, manager landscape, pemerintah dan perusahaan komoditas dalam pengambilan keputusan dan prioritasisasi investasi.