Prioritas ​​​​​​​​Lokasi

 

Sumatera Utara

Hutan di Sumatra Utara diperlukan bagi kehidupan masa kini dan mendatang. Kami mengintegrasikan konservasi dan pembangunan di empat kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Pakpak Bharat agar dapat mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.​

Jawa Barat

Tingkat pertumbuhan populasi yang relatif cepat di Jawa Barat membuat kebutuhan akan sumber daya alam semakin meningkat pula. Saat ini tutupan hutan di Jawa Barat han​ya 22%, dengan luasan hutan alam tersisa 816.000 hektar yang terdiri dari hutan taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, hutan lindung dan hutan produksi. Sisa hutan sebagai modal alam yang memberikan layanan jasa lingkungan bagi jutaan orang tidak luput dari tekanan dengan memanfaatkannya secara tidak berkelanjutan. Dengan berfokus pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Gedepahala), kami menjaga hutan yang menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Bali

Besarnya kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Bali menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber perekonomian mayoritas masyarakatnya. Namun, wilayah pesisir telah tumbuh dengan cepat tanpa kegiatan konservasi yang seimbang dan konflik antar daerah timbul dari persaingan atas pemanfaatan sumber daya alam. Program konservasi berbasis nilai dan konteks budaya lokal dengan pendekatan Ridge to Reef​ atau “Nyegara Gunung” dilakukan sebagai upaya dalam membangun model pengelolaan yang terintegrasi antara jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP) laut dan konservasi darat.​

Papua Barat

Papua Barat memiliki total 9,4 juta ha hutan yang sekitar 693,047 ha telah dialokasikan untuk perkebunan kelapa sawit. Kami membantu para pihak terkait memahami dampak perluasan perkebunan sawit, terutama untuk mengurangi emisi, deforestasi, dampak terhadap keanekaragaman hayati, dan mendorong kegiatan perkebunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.