Komitmen Indonesia untuk Memperluas Wilayah Laut yang Dilindungi hingga 10 Juta Hektar

6/1/2003

GCF - Conservation International Mendukung dengan Komitmen 1 Juta Dollar

Los Cabos, Mexico - Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman laut tertinggi di dunia, akan memperluas wilayah laut yang dilindungi hingga 10 juta hektar dalam kurun waktu tiga tahun, pernyataan ini diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Dr. Rokhmin Dahuri pada hari Senin lalu.

Pengumuman tersebut dikeluarkan pada konferensi internasional tentang konservasi kelautan, Defying Ocean's End, yang dilaksanakan di Meksiko dan dihadiri oleh peneliti dari lebih 20 negara dan beberapa organisasi lingkungan besar.

"Secara regional, kami merupakan negara terdepan di bidang konservasi laut tetapi kami ingin menjadi yang terdepan di dunia, dan membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan konservasi keanekaragaman hayati dapat dilaksanakan bersama, saling mendukung secara serasi," ujar Dahuri. "Hanya melalui daerah yang dilindungi, kami dapat menjamin kesejahteraan jangka panjang bagi para nelayan kami."

Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Presiden Conservation International, Russell Mittermeier, menandatangani surat perjanjian kerjasama mengenai konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati kelautan yang berkelanjutan di Indonesia. Indonesia merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) - wilayah dengan keanekaragaman hayati pesisir dan laut terkaya di dunia.

"Ini adalah salah satu komitmen konservasi terbesar yang pernah dibuat dalam beberapa tahun belakangan ini dan kami sangat terkesan dengan keputusan Menteri Kelautan Indonesia," ujar Mittermeier. "Dana Konservasi Global (GCF - Global Conservation Fund) Conservation International telah memutuskan untuk menyediakan dana awal sebesar US $ 1 Juta dalam bentuk Trust Fund untuk wilayah laut yang dilindungi sehingga sumber daya untuk pengelolaan wilayah tersebut terjamin secara menerus. Kami sangat berharap bahwa lembaga donor dan LSM lain dapat bergabung dengan kami melanjutkan usaha yang telah bergulir ini."

Diorganisir oleh Gordon Moore dan ahli kelautan terkemuka, Dr. Sylvia Earle, Defying Ocean's End merupakan konferensi dimana untuk pertama kalinya para organisasi lingkungan terkenal dunia berkumpul untuk membangun strategi guna memulihkan kondisi laut dunia. Conservation International, the World Wildlife Fund, Natural Resources Defense Council, The Nature Conservancy, The Ocean Conservancy, Wildlife Conservation Society dan The World Conservation Union (IUCN) bersama-sama bekerja sama dalam usaha tersebut.

Acara ini terlaksana terjadi karena bantuan dari Yayasan Gordon dan Betty Moore, Environmental Systems Research Institute, Royal Caribbean Cruise Lines, The Henry Foundation dan donor lainnya.