Tapir yang Hampir Punah Tertangkap Kamera Perangkap di Kawasan Taman Nasional Batang Gadis Sumatera Utara

3/31/2016

​Sebanyak lebih dari 29 spesies terdokumentasi menunjukkan nilai keanekaragaman hayati yang sangat besar di kawasan Taman Nasional Batang Gadis

Jakarta, 31 Maret 2016. - Seekor Tapir Asia muda yang terancam punah telah didokumentasikan melalui kamera perangkap di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Di Indonesia, hewan ini hanya dapat ditemukan di Sumatera, dan sangat jarang terlihat sehingga spesies ini menjadi sangat unik.

"Kementerian LIngkungan Hidup dan Kehutanan fokus dalam menjaga Tapir, seperti juga 25 spesies langka lainnya di Indonesia, karena status mereka yang hampir punah. Upaya kami sebagian besar pada konservasi habitat sehingga jumlah mereka bisa bertambah," demikian disampaikan oleh Ir. Bambang Dahono Adji, MM, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Republik Indonesia (RI).

Dr. Ir. Tachrir Fathoni, MSc, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK, RI menegaskan, "kita perlu membangun fotum khusus untuk mengembangkan strategi perlindungan Tapir, termasuk dalam mengembangkan sanctuari untuk menjaga spesies yang penting ini."

Secara total, studi ini mencatat dan mengidentifikasi secara mengesankan lebih dari 29 spesies di kawasan TNBG. Kamera perangkap ditempatkan selama lebih dari 30 hari pada musim kering dan mendokumentasikan empat spesies lain (selain Tapir Asia) yang terancam punah, yaitu Harimau Sumatera, Trenggiling, Anjing Liar Asia, Macan Dahan, empat dari lima spesies Kucing Emas Sumatera dan burung endemik Sumatera - Kuau Raja Sumatera dan Sempidan Sumatera.

Hasil ini mendukung daftar lebih dari 60 % dari taman yang secara internasional diakui sebagai “Wilayah Keanekaragaman Kunci” yang menggambarkan nilai dan kebutuhan secara global untuk pengelolaan secara hati-hati dan efektif.

Ketut Sarjana Putra, Wakil Presiden CI Indonesia (CI-I) mengatakan, "Hasil studi ini membuktikan kawasan Taman Nasional Batang Gadis adalah surga yang penting bagi hewan-hewan unik di Indonesia, dan kami berharap hal ini akan memotivasi para pelaku pembangunan dalam menjaga dengan lebih baik kawasan yang sangat penting ini.”

​Pak Putra juga mencatat peran yang tinggi dari kawasan TNBG terhadap kehidupan dari masyarakat lokal, "selain menyediakan kebutuhan alam yang penting, kawasan TNBG memastikan adanya daerah aliran sungai untuk pertanian yang merupakan sumber penghasilan utama dari 80% penduduk lokal. Hal ini membuat kawasan TNBG ini merupakan kunci perlindungan kesejahteraan lokal."

CI-I menandatanganani Nota Kesepahaman dengan TNBG pada tanggal 8 Oktober 2014 untuk bekerja sama melindungi taman nasional ini dengan lebih baik. Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat pelatihan dan memfasilitasi kegiatan pembangunan kapasitas dalam meningkatkan keahlian mereka untuk mengelola kawasan lindung.

Bambang Harianto, Kepala TNBG menyatakan, "Perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan, perburuan hewan, dan kebakaran hutan menyebabkan penurunan fauna yang terancam punah di Sumatera Utara. Kolaborasi kami dengan CI adalah pada pembangunan kapasitas - misalnya program patroli SMART (spatial monitoring and reporting tool) dimana polisi hutan dan petugas lapangan dilatih untuk bersama melakukan patroli dalam mengawasi taman nasional, serta mengumpulkan data."

Pak Putra mengatakan, "Selain memberikan data yang akurat tentang tren keanekaragaman hayati melalui studi tersebut, kami ingin mendukung pemerintah daerah di Mandailing Natal untuk mendorong masyarakat dalam menjaga dan melindungi keberadaan spesies langka di wilayah tersebut. Sebagai contoh, Tapir langka bisa menjadi ikon kabupaten untuk menguatkan nilai keanekaragaman yang signifikan di kawasan TNBG ini.”

Lebih lanjut, melalui program Sustainable Landscapes Partnerhip (Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan), kami meningkatkan kapasitas petani-petani lokal tentang cara yang efisien dan berkelanjutan untuk bertanam, sehingga produktifitas mereka menjadi meningkat, dan sisa hutan bisa dapat bertahan. Kami mendorong mereka untuk paham dan mengerti tentang lingkungan secara luar, dan pentingnya kawasan TNBG untuk kualitas hidup mereka.”

Sejak penandatangan MoU, CI-I telah bekerja sama dengan TNBG melalui program SLP (Sustainable Landscapes Partnership - Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan). Upaya ini telah membangun kapasitas polisi hutan, dan mendukung pengelolaan kawasan TNBG. Fasilitas meliputi juga pengumpulan data dan transfer ke database melalui alat-alat teknis untuk pemantauan dan pelaporan, pemakaian teknologi mobile​, dan membangun keterlibatan para pemangku kepentingan sehingga mereka sadar dan turut berpartisipasi dalam pekerjaan ini.​​

Tapir Asia (Tapirus indicus)

Tapir Asia, satu-satunya Tapir asli Asia, memiliki warna khas hitam dan putih. Seperti jenis lain Tapir, mereka kecil, berekor pendek dan panjang, serta memiliki moncong memanjang yang fleksibel. Di Indonesia, Tapir hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera.

Ada sedikit data tentang jumlah Tapir yang tersisa di Sumatera. Hilangnya habitat akibat deforestasi dan perburuan liar yang ancaman terbesar mereka meskipun secara hukum mereka hewan dilindungi oleh negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.​

Karena ancaman kepunahan yang serius, Tapir telah termasuk Appendix 1 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species - Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka).

Sejak tahun 2002 IUCN Red List sudah memasukkan Tapir Asia (Tapiricus indicus) dalam kategori 'terancam' karena jumlahnya telah berkurang hampir 50% di seluruh jangkauan dan ​diperkirakan akan berkurang separuh lagi dalam 30 tahun ke depan jika ancaman saat ini terus berlanjut.

Secara global, ada empat spesies Tapir menghuni hutan-hutan di wilayah Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Asia Tenggara.​

Sustainable Landscapes Partnership di Indonesia

SLP adalah sebuah inisiatif bentang alam terpadu yang bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, bisnis dan LSM untuk merancang dan mengembangkan inovatif, solusi-solusi bentang alam terhadap tantangan yang disebabkan oleh tekanan manusia pada sumber daya alam.

Conservation International mengembangkan SLP di Indonesia untuk mempromosikan dan mendukung model ini melalui empat bidang utama intervensi: konservasi modal alam; mengembangkan produksi yang berkelanjutan; meningkatkan tata kelola dan partisipasi; serta pembiayaan yang berkelanjutan dengan tujuan untuk memberikan berbagai manfaat bagi ​masyarakat.

Tentang Conservational International

Sejak 1987, Conservation International telah bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui kepedulian alam. Kami bekerja untuk memastikan dunia yang sehat dan produktif untuk semua karena “manusia memerlukan alam untuk bertahan hidup” Dibangun di atas sebuah fondasi sains, kerjasama dan demonstrasi lapangan yang kokoh, CI membantu masyarakat untuk peduli alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, bio diversitas dunia untuk kesejahteraan manusia.

CI telah bekerja di Indonesia sejah 1991, mendukung upaya konservasi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. CI Indonesia membayangkan dunia yang sehat, sejahtera dimana masyarakat senantiasa berkomitmen untuk peduli dan menunjung tinggi alam untuk manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dan kehidupan di dunia. CI menawarkan hasil konservasi berdasarkan tiga pilar fundamental dan terhubung satu sama lain yaitu: perlindungan kekayaan alam, tata kelola yang efektif dan produksi yang berkelanjutan. Dengan prinsip panduan bahwa manusia membutuhkan alam untuk makanan, minum, kesehatan dan kesejahteraan hidup – CI bekerja dengan lebih dari 1.000 mitra di seluruh dunia untuk memastikan sebuah dunia yang sehat, lebih sejahtera yang mendukung kesejahteraan manusia.​

Pelajari lebih jauh tentang CI-I dan kampanye 'Alam Berbicara' dan ikuti karya CI-I di Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.

Siaran Pers ini tersedia dalam versi:

English - ​Camera Traps in Batang Gadis National Park​

Foto untuk diakses media: https://ci.tandemvault.com/lightboxes/xZZJUFRIS?t=T93k8HGkl​ (kredit foto kepada "Kamera Perangkap Taman Nasional Batang Gadis dan Conservation Internasional)

​Kontak Media:

​Regina Nikijuluw (Gina)

Communications Manager

Sustainable Landscapes Partnership

​​Conservation International Indonesia​

​​
​​

​​​​​Images Slideshow Carousel (half page)

Carousel Configuration​

EditCarousel Title:
Edit Carousel Orientation:leftLeft
    EditAnchor tag for sticky nav (optional):[Optional]
    EditImage RenditionID Small:15[Optional]
    EditImage RenditionID Webkit:17[Optional]
    EditImage RenditionID Medium:18[Optional]
    EditImage RenditionID Large:19[Optional]

    Carousel Images

    Image

    EditImage:/global/indonesia/PublishingImages/Tapirus%20indicus%20(Tapir)%20-%20Endangered%20(1).JPG
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Tapir yang tertangkap kamera perangkap di Taman Nasional Batang Gadis
    EditPhoto Credit:© Kamera Perangkap Taman Nasional Batang Gadis dan Conservation International
    Move UpMove Down​​
    Add another image...
    Remove this module
    ​​​​

    Request an Interview

    ,

    ,

    Other Media

     
    ​​​​​​​