Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi

11/22/2016

​​​​Menuju Pembangunan Berkelanjutan

​​Jakarta, 22 November 2016 – Hari ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia menggelar Sosialisasi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk talkshow diskusi yang disampaikan oleh perwakilan dari pelaku pembangunan di Provinsi Papua Barat.

Pada tanggal 19 Oktober 2015, Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi dan para Bupati, Walikota dengan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mendeklarasikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Hal ini​​ merupakan inisiatif Gubernur Papua Barat dalam rangka melindungi dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan yang menjadi modal dasar pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua Barat.

Provinsi ini merupakan kawasan yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati. Asset sumber daya alam di wilayah ini berlimpah, seperti 8,7 juta hektar hutan yang  didiami 657 spesies burung, 191 jenis mamalia darat, 130 jenis katak, dan 151 jenis ikan air tawar. Ditambah dengan wilayah perairan laut, dikenal dengan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), merupakan pusat keanekaragaman laut. Wilayah yang terletak di jantung segitiga karang memiliki keragaman karang tertinggi di dunia, dengan lebih 1720 spesies ikan karang dan 600 karang keras (sekitar 75% dari total yang ada di dunia).

"Papua Barat merupakan paru-paru dunia", ujar Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Drs. Nataniel D. Mandacan M.Si. Pernyataan tersebut merujuk kepada sumber daya alam Papua Barat yang masih sehat, dengan hutan dan lahan basahnya berkontribusi dalam penyimpanan karbon.

Penetapan Provinsi Konservasi juga bertujuan untuk mendukung budaya tradisional. Masyarakat Papua Barat terdiri dari 12 suku besar. Budaya dan bahasa mencerminkan spiritual mereka dengan alam. Antara lain berlakunya praktik tradisional sistem kepemilikan antar generasi, dan kearifan lokal, seperti Sasi Penghormatan "Tanah adalah Ibu, Laut adalah Bapak". Masyarakatnya kurang lebih 80% mendiami daerah pedesaan dan memiliki ketergantungan kuat pada sumber daya alam sebagai mata pencaharian.

Dalam rangka mewujudkan Propinsi Konservasi, proses pembuatan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) sedang dijalankan. Proses pengembangan Perdasus digambarkan dalam Peta Jalan Papua Barat menuju Provinsi Konservasi. Beberapa kegiatan sudah dijalankan seperti pembentukan Kelompok Kerja Provinsi Konservasi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Barat, penyusunan landasan hukum Provinsi Konservasi, harmonisasi, dan konsultasi publik ditingkat daerah, dan sosialisasi tingkat nasional.

Victor Nikijuluw Direktur Conservation International (CI) Indonesia menyatakan, "Selama 15 tahun terakhir, CI telah bekerjasama dengan Pemda Papua Barat dalam memperkenalkan dan mengembangkan kegiatan pembangunan yang berbasis nilai-nilai konservasi. Dengan cara ini, bersama kita membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat Papua Barat. Hal ini seperti yang dianut nenek moyang mereka, bahwa hutan, tanah, air,  dan laut adalah warisan yang harus digunakan dengan baik dan saatnya nanti diwariskan dalam kondisi baik kepada anak cucu."

CI Indonesia bekerja melalui kolaborasi dan koordinasi dengan pemda dan pelaku pembangunan. Fokus awal CI Indonesia adalah memfasilitasi pembangunan di peairan, dan mulai akhir tahun 2015 mendukung pemda dalam pembangunan di daratan. Dalam melaksanakan kinerjanya, CI Indonesia mendukung pemda dalam merumuskan sektor prioritas berdasarkan kekuatan lokal dan berbasis konservasi.

Pembangunan pariwisata dan perikanan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat telah dirumuskan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah. Hal yang sama juga sedang dirintis di Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Fakfak. Diharapkan dengan Propinsi Konservasi, proses kolaborasi dan koordinasi diamplifikasi dan direplikasi dalam membangun kabupatan lain, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kebijakan menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi  mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan upaya pengurangan emisi karbon. Melalui kebijakan Provinsi Konservasi, Pemerintah Papua Barat diharapkan dapat menata pengelolaan sumber daya alamnya. Hal ini telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua pasal 38 (ayat 2) tentang Perekonomian, dan Pasal 63 dan Pasal 64 tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup. Undang-undang tersebut telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008.

"Melalui Provinsi Konservasi, perlindungan terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam akan mewujudkan keberlangsungan hidup masyarakat, termasuk perlindungan terhadap spesies, dan ekosistem yang ada sekarang," demikian Nathaniel menyampaikan harapannya.

 

Tentang Conservation International

Conservation International (CI) menggunakan kombinasi inovatif antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kemitraan untuk menjaga kelestarian alam yang penting bagi kehidupan manusia untuk pangan, air bersih, dan mata pencaharian. Berdiri pada tahun 1987, CI bekerja di lebih dari 30 negara pada enam benua untuk mendukung sebuah planet yang sehat bagi semua kehidupan kita semua.

Conservation International telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1991, mendukung upaya konservasi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. CI Indonesia membayangkan Indonesia yang sehat sejahtera dimana masyarakatnya berkomitmen untuk menjaga dan menghargai alam untuk manfaat jangka panjang masyarakat Indonesia dan kehidupan di bumi. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.conservation.or.id, dan akun sosial media Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube

 

Kontak Media

Mujianto

BHS Secretariat Policy Coordinator

mujiyanto@conservation.org


​​​​​Images Slideshow Carousel (half page)

Carousel Configuration​

EditCarousel Title:Carousel Title value
Edit Carousel Orientation:leftLeft
     
    EditAnchor tag for sticky nav (optional):[Optional]
    EditImage RenditionID Small:15[Optional]
    EditImage RenditionID Webkit:17[Optional]
    EditImage RenditionID Medium:18[Optional]
    EditImage RenditionID Large:19[Optional]

    Carousel Images

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/foto%201.jpg
    EditImage Alt Text:Image Alt Text value
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Pemaparan Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi oleh Sekretaris Daerah Papua Barat, Perwakilan DPRD Papua Barat dan Rektor Universitas Papua.
    EditPhoto Credit:© Conservation International
    Move UpMove Down​​

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/foto%202.jpg
    EditImage Alt Text:Image Alt Text value
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian LIngkungan Hidup dan Kehutanan terhadap kebijakan Provinsi Konservasi.
    EditPhoto Credit:© Conservation International
    Remove this imageMove UpMove Down
    Add another image...
    Remove this module
    ​​​​​​

    Request an Interview

    ,

    ,

    Other Media