Persepsi Masyarakat di Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Kaimana, Indonesia
 
Defy Nataniel Pada, Andi Yasser Fauzan, Wida Sulistyaningrum

Jakarta : CI Indonesia, 2011
Xii + 68 hlm; 21 x 29,7 cm

Keberadaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Kaimana telah dicadangkan secara resmi oleh Pemerintah Daerah Kaimana, melalui Peraturan Bupati Kaimana No. 04 Tahun 2008. Walaupun demikian upaya-upaya untuk melakukan program-program Konservasi di wilayah ini telah dimulai sejak tahun-tahun sebelumnya, baik yang dilakukan oleh LSM maupun dari Pemerintah sendiri. Berawal dari survey keanekaragaman hayati laut yang dilakukan oleh Conservation International Indonesia pada tahun 2006, bekerja sama dengan UNIPA, Ditjen PHKA dan BBKSDA Papua II, menemukan bahwa daerah Kaimana merupakan wilayah yang memiliki potensi kelautan yang tinggi. Disamping itu pula, terdapat ancaman-ancaman yang berpeluang untuk merusak potensi tersebut. Dengan demikian mutlak diperlukan suatu usaha-usaha Konservasi yang diwujudkan melalui program KKLD.

Kegiatan Perception Monitoring KKLD Kaimana ini sudah dilakukan pada bulan Mei 2010 yang lalu, dengan mengambil sampel di 9 kampung target yang ada di 3 distrik. Metode pengambilan data dilakukan dengan mengacu pada Protokol Perception Monitoring (Halim, A. et al., 2005) yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan (Widodo, H. Et al., 2010).

Hasil survey memperlihatkan bahwa secara umum masyarakat sudah banyak yang memahami bahwa saat ini terjadi permasalahan lingkungan, yang banyak disebabkan oleh rusaknya ekosistem pesisir dan laut serta adanya penebangan hutan. Masyarakat sebagian besar juga memahami bahwa berbagai kerusakkan ekosistem yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

Secara umum juga masyarakat menilai bahwa saat ini telah terjadi penurunan sumberdaya kelautan. Jumlah hasil tangkapan masyarakat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya mengalami penurunan, padahal sebagian besar dari mereka masih menggunakan alat-alat tradisional seperti pancing dan sampan ketika menangkap ikan.

Langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan adalah memperbanyak proses sosialisasi ke semua lapisan masyarakat dan stakeholder lain yang terkait, baik itu melalui kegiatan sosialisasi langsung ke kampung-kampung, ataupun melalui media-media komunikasi yang dianggap efektif dalam mengkampanyekan program-program konservasi. Pemerintah daerah dan instansi teknis terkait bersama-sama dengan CI Indonesia perlu untuk lebih pro aktif untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pengelolaan KKLD Kaimana, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat di kampung-kampung. Selain itu, pengawasan terhadap pemanfaatan sumberdaya laut yang tidak bertanggung jawab harus lebih di efektifkan.

ISBN: 978-602-8901-05-5

Unduh: Persepsi Masyarakat di Kawasan Konservasi Laut Daerah Kab. Kaimana, Indonesia (1.837kb)