Pengelolaan Berbasis Ekosistem Terintegrasi Tingkatkan Efektivitas dan Menjaga Keragaman Hayati Tertinggi di Bagian Barat Indonesia

2/16/2016

​​Program Bentang Laut Anambas – Natuna Sediakan Data Ilmiah untuk Perencanaan Kawasan Konservasi dan Dukung Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Kawasan.

​​Jakarta, 16 Februari 2016 - "Melalui pengelolaan berbasis ekosistem terintegrasi yang dilakukan melalui program Anambas – Natuna Seascapes, peningkatan efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Anambas meningkat sebesar 24% untuk peringkat hijau, dan 5% untuk peringkat biru. Skor peningkatan ini diperoleh dari Evaluasi Efektivitas Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (E-KKP3K) tahun 2015, yang merupakan hasil dari peningkatan keterampilan dan kapasitas anggota dan masyarakat lokal," kata Victor Nikijuluw, Marine Program Director Conservation International (CI) Indonesia.

Sejak tahun 2012, CI telah melakukan pendekatan pengelolaan berbasis ekosistem di bentang laut Anambas-Natuna yang bertujuan menyediakan data ilmiah, memperkuat kapasitas kelembagaan lokal, dan meningkatkan pengetahuan pengelola kawasan dan masyarakat untuk perubahan perilaku yang mendukung keberlanjutan.

Victor menambahkan," Pengelolaan yang baik dibutuhkan untuk memastikan ekosistem terjaga dengan baik dan memberikan manfaat secara luas. Bersama dengan mitra lokal dan nasional, CI telah melakukan berbagai program pelatihan dan mentoring secara intensif terkait dengan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP), memberikan pelatihan kepada hampir 400 anggota masyarakat pada lebih dari 50 desa di Anambas. Selain itu, kita juga telah melatih 64 staf pemerintah, dan melahirkan empat pelatih lokal untuk melanjutkan pelatihan secara berkala kepada masyarakat. Ini merupakan model 'build and transfer' yang kita lakukan untuk memastikan keberlanjutan upaya konservasi di Anambas.

Bentang laut Anambas – Natuna adalah kawasan perairan yang memiliki keragaman terumbu karang tertinggi di wilayah barat Indonesia. Kawasan Anambas memiliki Nilai Indeks Keragaman Ikan Karang sebesar 216, lebih tinggi dibandingkan Pulau Weh Aceh dan Pulau Bintan Kepulauan Riau. Anambas dan Natuna yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau merupakan bagian dari kawasan yang memiliki sumber daya kelautan yang kaya dan beragam di bagian barat Indonesia.

Mendukung Perubahan Perilaku dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Bermitra dengan pemerintah lokal, CI telah melakukan kegiatan peningkatan kapasitas tidak hanya untuk memperkuat pengelolaan, namun juga menghasilkan perubahan paradigma masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya perikanan.

Pada tahun 2012, terdapat sebuah kesepakatan yang dikawal oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Anambas dan masyarakat mengenai ukuran minimum benih Ikan Napoleon yang boleh ditangkap dari alam. Kesepakatan untuk menangkap benih dengan ukuran minimal 1,3 cm ini memberi dua manfaat bagi pelestarian ikan Napoleon yang hidup di alam, yakni (i) menekan tingkat kematian benih ikan Napoleon dari sebelumnya sebesar 90% menjadi 10% dan (ii) mengurangi jumlah benih ikan Napoleon yang ditangkap dari sebelumnya sekitar 200.000 ekor setiap satu kali tangkap, menjadi 100 ekor setiap satu kali tangkap.

Budidaya Ikan Napoleon dengan sistem pembesaran di keramba telah menjadi mata pencaharian masyarakat Anambas sejak lama, dan kini masyarakat telah memahami pentingnya menjaga kelestariannya di alam.

Pengumpulan Data Ilmiah untuk Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan

Pada tahun 2012, CI dan mitra termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Satuan Kerja Taman Wisata Perairan Anambas (Satker TWP Anambas), melakukan kegiatan Kajian Cepat Kelautan atau Marine Rapid Assessment Program (MRAP) untuk melihat keragaman terumbu karang dan ikan karang di Kepulauan Anambas. Kajian ini menemukan 578 spesies ikan karang dan 339 spesies terumbu karang. Hasil dari kajian ini menjadi dasar penyusunan rencana zonasi Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Anambas dan pembuatan rencana pengelolaan kawasan.

Sementara di Natuna,CI melakukan survei pada bulan November 2015 dengan menyelami 14 titik di 11 pulau. Secara khusus survei yang dilaksanakan bersama dengan Balai Penelitian Perikanan Laut (BPPL) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bertujuan untuk meneliti kondisi kesehatan terumbu karang dan ikan karang. Survei ini menemukan terdapat 123 spesies ikan karang, 23 diantaranya merupakan indikator kesehatan karang. Hasil survei ini telah disampaikan kepada mitra pemerintah terkait dimana beberapa rekomendasi telah diberikan bagi perbaikan pengelolaan kawasan konservasi perairan Natuna. Rekomendasi dari para peneliti CI maupun BPPL yang berpartisipasi dalam survei ini telah disampaikan melalui presentasi kepada jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pemerintah kabupaten Anambas dan Natuna pada bulan Desember 2015 – secara umum rekomendasi yang diberikan menekankan perlunya peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat lokal dan pelaku bisnis, termasuk rekomendasi terkait pengembangan beberapa lokasi ekowisata yang potensial.

Prof. Ali Suman, Kepala  BPPL, Balitbang – KKP menyatakan: "Dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan survei seperti ini yang berupaya untuk mengidentifikasi sejumlah kawasan konservasi perairan yang membutuhkan pengelolaan dan pemetaan awal, kita akan mampu mengimplementasikan pengelolaan yang lebih baik. Saya harap survei ini bisa menjadi dasar bagi Pemerintah Nasional untuk membangun kebijakan konservasi dan pengelolaan terumbu karang dan ikan karang, khususnya di Anambas dan Natuna."

Program Bentang Laut Anambas – Natuna

Bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sektor swasta, lembaga donor, dan masyarakat, Conservation International (CI) telah bekerja di Anambas sejak tahun 2009. Pada tahun 2014, CI Indonesia memperkenalkan program Anambas – Natuna Seascapes untuk mendukung pengelolaan berbasis ekosistem di bentang laut Anambas dan Natuna, sebagai satu kawasan perairan bernilai keragaman hayati tertinggi di bagian barat Indonesia.

Program ini dilakukan dengan tiga kegiatan utama: kajian ilmiah sebagai dasar perencanaan, dukungan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan, dan peningkatan kapasitas pengelola dan masyarakat untuk mengelola kawasan dan sumber daya kelautan secara efektif bagi generasi mendatang.

Tentang Conservation International​

Sejak 1987, Conservation International bekerja untuk mendukung peningkatan kesejahteraan melalui perlindungan alam. CI bekerja untuk memastikan sebuah planet yang sehat dan produktif untuk semua orang, karena 'manusia butuh alam untuk hidup'. Dibangun di atas pondasi keilmuan, kemitraan, dan demonstrasi lapangan, CI memberdayakan masyarakat untuk menjaga alam secara bertanggungjawab dan berkelanjutan, keragaman hayati global dunia, untuk kesejahteraan manusia.

CI mendukung upaya konservasi melalui tiga pilar fundamental yang terhubung satu sama lain yaitu: perlindungan kekayaan alam, tata kelola yang efektif, dan produksi yang berkelanjutan.  Dengan prinsip bahwa manusia membutuhkan alam untuk makanan, air, kesehatan dan kesejahteraan hidup – CI bekerja dengan lebih dari 1.000 mitra di seluruh dunia untuk memastikan sebuah dunia yang sehat dan mendukung kesejahteraan manusia.

Conservation International telah bekerja di Indonesia sejak 1991, mendukung upaya konservasi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain program Anambas – Natuna Seascapes, CI Indonesia juga bekerja untuk mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan di Papua Barat, Bali, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Pelajari lebih jauh tentang CI Indonesia dan kampanye 'Alam Berbicara', serta ikuti kegiatan CI Indonesia di Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.

Kontak Media

​Linda Chalid

Executive Assistant & Partnership Manager

Conservation International Indonesia

Telp: 6221 7883 8626


​​​​​Images Slideshow Carousel (half page)

Carousel Configuration​

EditCarousel Title:
Edit Carousel Orientation:leftLeft
    EditAnchor tag for sticky nav (optional):[Optional]
    EditImage RenditionID Small:15[Optional]
    EditImage RenditionID Webkit:17[Optional]
    EditImage RenditionID Medium:18[Optional]
    EditImage RenditionID Large:19[Optional]

    Carousel Images

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/ikan%20anemon.jpg
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Ikan Anemon
    EditPhoto Credit:© CI/Ronald Mambrasar
    Move UpMove Down​​
    Add another image...
    Remove this module
    ​​​​

    ​​

    Request an Interview

    ,

    ,

    Other Media