Kampanye Bertaburan Bintang Ternama Memberi Suara Untuk Alam

11/4/2015

​​Conservation International meluncurkan film-film menjelang Konferensi Perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP 21) untuk Mendorong Indonesia menuju Keberlanjutan.

Jakarta, 4 November 2015 - Hari ini Conservation International (CI) Indonesia meluncurkan film “Alam Berbicara” (Nature is Speaking), yang merupakan versi Indonesia dari kampanye global mereka yang telah sukses menggalang dukungan untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kampenye sosial ini, sebagian besar berbasis media sosial dan  sudah diluncurkan oleh CI menjelang COP 21, yang akan diselenggarakan di Paris, Perancis dari 30 November ke 11 Desember 2015 dan bertujuan untuk membentuk kesepakatan internasional tentang iklim yang mengikat secara hukum.

Pesan utama dari kampanye sosial "Alam Berbicara" adalah ajakan untuk masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kelestarian alam, dengan memproklamirkan bahwa alam tidak memerlukan manusia tapi sebaliknya, manusia memerlukan alam. Kampanye sosial berskala nasional ini terdiri dari berbagai kegiatan yang dimulai hari ini.

Kampanye ini, pada tingkat internasinal, menampilkan delapan film pendek dengan tema "suara alam" yang dinarasikan oleh selebriti internasional terkemuka seperti Harrison Ford, Julia Roberts, Penelope Cruise dan Edward Norton. CI Indonesia menarasikan semua film dalam Bahasa Indonesia, dan baru saja meluncurkan empat film yang disulihsuarakan oleh selebriti-selebriti Indonesia yaitu Christine Hakim, Lukman Sardi, Pandji Pragiwaksono dan Najwa Shihab. Mereka, secara berturutan, berperan sebagai Ibu Pertiwi, Samudra, Hutan dan Air.  

Kampanye sosial ini bertujuan untuk menggugah kesadaran publik tentang pentingnya mendengarkan alam dan mendorong aksi dari masyarakat luas, pemerintah, komunitas, institusi-institusi dan sektor swasta menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Kedua versi Indonesia dan internasional akan ditayangkan di stasiun televisi nasional, seperti Metro TV dan disebarluaskan melalui platform-platform media sosial seperti; laman Facebook  dan laman Youtube pada Conservation International Indonesia, juga pada twitter dan Instagram pada ConsrvationID.

Vice President CI Indonesia, Ketut Sarjana Putra, mengatakan, "Hutan dan lautan kami adalah sumber kehidupan dan jika keduanya dipelihara dengan baik, maka kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim global. Indonesia perlu mengadopsi jalur-jalur pembangunan berkelanjutan yang inovatif dan mulai menghargai serta melindungi alam. Namun, perubahan seperti ini perlu waktu. Langkah awal yang kami lakukan adalah meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu lingkungan di Indonesia. Dan kami berharap  "Alam Berbicara" dapat mencapainya." 

 "1,5 juta hektar hutan dirusak setiap tahunnya (Forest Watch Indonesia (FWI) 2011), dan 95% dari terumbu karang kita terancam punah. Situasi ini bisa menjadi lebih buruk bila kita semua tidak bertindak sekarang. Kita bertanggungjawab akan kerusakan dan eksploitasi alam yang berlebihan. Kita perlu komitmen masyarakat untuk melestarikan alam demi mencapai kesejahteraan manusia. Mengurangi laju deforestasi dan pemutihan terumbu karang serta memperbaiki peran fasilitator adalah fokus dari upaya-upaya CI di Indonesia." ujar Ketut Putra.

Kampanye ini mendapat dukungan dari berbagai mitra, seperti Kementrian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Merujuk pada program-program kolaborasi antara CI dan KKP, Achmad Purnomo menyampaikan, "KKP dan CI telah berkolaborasi untuk melindungi  dan memanfaatkan potensi alam di beberapa lokasi konservasi di laut contohnya seperti Raja Ampat yang dikembangkan ekonomi lokalnya melalui pariwisata. "

Dengan total luas wilayah hutan sebesar 88.5 juta hektar (FWI 2011) dan  77 daerah perlindungan laut yang meliputi 13.6 juta hektar wilayah, Indonesia adalah rumah bagi 250 juta manusia dan lebih dari 4,000 spesies flora dan fauna yang tak terhitung. 

Sebagai negara yang memiliki sumber daya alam hayati yang beragam dan tersebar di seluruh pelosok daerah, Indonesia memiliki pengaruh dalam menekan dampak dari perubahan iklim. Tapi perubahan iklim global bukan suatu isu yang populer dan hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa prediksi memburuknya kondisi bumi semakin dekat jika semua pihak tidak melalukan tindakan antisipatif. 

Pendekatan Integrasi CI dalam Konservasi Darat dan Lautan

Sebuah solusi unggulan dalam memerangi dampak perubahan iklim global adalah pendekatan integrasi pelestarian alam di laut dan darat untuk menyeimbangkan ekosistem kehidupan. 

Pembangunan memerlukan infrastruktur yang menunjang antara lain ketersediaan sumber seperti pangan dan air sebagai prioritas. Pola pemanfaatan alam ini akan membantu terjadinya pembangunan berkelanjutan yang produktif bila lingkungan alam tetap terjaga. Program-program yang CI Indonesia telah kembangkan bersama pemerintah untuk mencapai masyarakat madani yang sejahtera telah tercapai di beberapa lokasi wilayah Indonesia.

"Upaya konservasi yang kami lakukan adalah untuk bekerja sama erat dengan pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan lingkungan. Kami memastikan bahwa alam menjadi dukungan utama, bukan sebagai halangan, dalam pembangunan infrastuktur. Kami juga memastikan bahwa program ini melestarikan beberapa wilayah alam utama yang mengurangi dampak perubahan iklim global," uja Ketut Putra.

Program CI Indonesia saat ini terfokus pada 5 provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Bali dan Papua Barat dengan strategi masng-masing yang sesuai dan terintegrasi dengan nilai dan konteks budaya setempat.​

​​​Tentang Conservational International

Sejak 1987, Conservation International telah bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui kepedulian alam. Kami bekerja untuk memastikan dunia yang sehat dan produktif untuk semua karena “manusia memerlukan alam untuk bertahan hidup” Dibangun di atas sebuah fondasi sains, kerjasama dan demonstrasi lapangan yang kokoh, CI membantu masyarakat untuk peduli alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, bio diversitas dunia untuk kesejahteraan manusia.

CI telah bekerja di Indonesia sejah 1991, mendukung upaya konservasi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. CI Indonesia membayangkan dunia yang sehat, sejahtera dimana masyarakat senantiasa berkomitmen untuk peduli dan menunjung tinggi alam untuk manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dan kehidupan di dunia. CI menawarkan hasil konservasi berdasarkan tiga pilar fundamental dan terhubung satu sama lain yaitu: perlindungan kekayaan alam, tata kelola yang efektif dan produksi yang berkelanjutan. Dengan prinsip panduan bahwa manusia membutuhkan alam untuk makanan, minum, kesehatan dan kesejahteraan hidup – CI bekerja dengan lebih dari 1.000 mitra di seluruh dunia untuk memastikan sebuah dunia yang sehat, lebih sejahtera yang mendukung kesejahteraan manusia.​

Pelajari lebih jauh tentang CI-I dan kampanye 'Alam Berbicara' dan ikuti karya CI-I di Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.

Kontak Media

​Regina Nikijuluw

Communications Manager

Sustainable Landscapes Partnership

Conservation International Indonesia

Telp. 6221 7883 8626


​​​​​Images Slideshow Carousel (half page)

Carousel Configuration​

EditCarousel Title:
Edit Carousel Orientation:leftLeft
    EditAnchor tag for sticky nav (optional):[Optional]
    EditImage RenditionID Small:15[Optional]
    EditImage RenditionID Webkit:17[Optional]
    EditImage RenditionID Medium:18[Optional]
    EditImage RenditionID Large:19[Optional]

    Carousel Images

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/DSC_1633.JPG
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:
    EditPhoto Credit:
    Move UpMove Down​​
    Add another image...
    Remove this module
    ​​​​

    Request an Interview

    ,

    ,

    Related Content

    Other Media