Blue Carbon, Harapan Baru Kurangi Emisi

7/26/2016

​​​Satu Hektar Lahan Mangrove di Kaimana Papua Barat Simpan 717 Ton Carbon 

Jakarta, 26 Juli 2016 – Hari ini, Conservation International (CI) Indonesia menyampaikan hasil kajian stok karbon dan beberapa kegiatan inisiatif blue carbon yang dilakukan di Kaimana, Papua Barat. Blue carbon menjadi sebuah istilah yang cukup familiar dalam upaya pengendalian perubahan iklim terkait pengurangan emisi karbon. Sebuah kajian yang dilakukan oleh Alongi, dkk. (2016) mencatat bahwa bahwa padang lamun dan mangrove di Indonesia terhitung menyimpan sejumlah 3,4 Pg C, atau sekitar 17% dari simpanan karbon biru dunia. Ekosistem mangrove juga berperan penting dalam mendukung perikanan sebagai sumber mata pencaharian penting bagi sejumlah masyarakat di Indonesia, baik sebagai pendukung sumber daya perikanan yang ada dalam kawasan mangrove (seperti kepiting bakau), namun juga sebagai tempat pemijahan sejumlah spesies ikan. Namun sayangnya, ekosistem pesisir ini relatif kurang diperhatikan dan tingkat kerusakannya relatif cukup tinggi. 

Indonesia memiliki 22,6% dari total hutan mangrove yang ada di bumi (Miteva, Murray & Pattanayak, 2015), dan Papua Barat merupakan Provinsi dengan hutan mangrove terluas – mencakup 70% dari seluruh hutan mangrove di Indonesia. Di Provinsi ini, Conservation International (CI) Indonesia bersama mitra melakukan inisiatif blue carbon di Kabupaten Kaimana – yang memiliki luasan mangrove sebesar 50.575,52 ha, sejak tahun 2014. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat serta mengintegrasikan blue carbon dalam kebijakan dan keputusan pengelolaan untuk pendanaan berkelanjutan kawasan konservasi perairan di Kaimana, sekaligus mendukung komitmen Pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim. CI Indonesia juga melakukan kajian stok karbon di Teluk Arguni, Kaimana sebagai dasar referensi ilmiah dalam perancangan program. 

“Kajian stok karbon yang dilakukan oleh CI Indonesia di Teluk Arguni pada tahun 2016 mencatat rata-rata simpanan karbon sebesar 717 Mg C per hektar, atau setara dengan 2.631 Mg CO2 per hektar. Jumlah karbon yang disimpan di dalam kawasan ini setara dengan penggunaan 1.120.671 liter bensin, 34,8 truk tangki bensin, dan 1.281.849 kg pembakaran batu bara. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya upaya pelestarian kawasan pesisir termasuk mangrove,” kata Victor Nikijuluw, Marine Program Director CI Indonesia. 

Victor Nikijuluw menambahkan bahwa CI Indonesia melakukan inisiatif ini di berbagai tingkat, mulai dari kabupaten hingga nasional. Di Kabupaten Kaimana, CI Indonesia mendukung Pemerintah setempat dalam meningkatkan jumlah area konservasi mangrove dengan mendukung mata pencaharian masyarakat, misalnya melalui budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan. Sedangkan di tingkat nasional, CI Indonesia mendukung inisiatif pengembangan blue carbon bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Turut hadir dalam media briefing hari ini, Kasubdit Penataan Kawasan Konservasi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Andi Rusandi menyambut positif inisiatif blue carbon yang dilakukan. Pihaknya berharap agar rancangan program inisiatif blue carbon ini tidak hanya menyasar pengurangan emisi namun juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kerjasama KKP dengan berbagai pihak misalnya Conservation International (CI) akan sangat membantu upaya Pemerintah dalam melestarikan ekosistem mangrove maupun mendukung pengelolaan kawasan konservasi perairan di Indonesia. 

“Kami harapkan kesuksesan inisiatif blue carbon ini dapat direplikasi dan diadopsi ke kawasan lain di Papua Barat maupun wilayah lain di Indonesia, guna nantinya mendukung pelestarian alam sekaligus komitmen Pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim,” tutupnya.

###

Tentang Insiatif Blue Carbon 

Istilah blue carbon merujuk pada karbon yang tersimpan, terserap, atau terlepas dari vegetasi dan sedimen ekosistem pesisir, yaitu mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut. Di Indonesia, Conservation International (CI) memulai inisiatif ini di Kaimana, Papua Barat sejak tahun 2014. Di tingkat global, CI terlibat dalam Inisiatif Karbon Biru Internasional, sebuah kerjasama yang dilakukan oleh Conservation International (CI), International Union for the Conservation of Nature and Natural Resource (IUCN), dan The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC-UNESCO). Dibentuk pada tahun 2011, Inisiatif Karbon Biru bekerja dengan peneliti, organisasi swasta, dan badan-badan pemerintah. Program ini adalah program terintegrasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan menjaga dan mengembalikan ekosistem laut dan pesisir secara global. 

Tentang Conservation International Indonesia 

Conservation International (CI) menggunakan kombinasi inovatif antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kemitraan untuk menjaga kelestarian alam yang penting bagi kehidupan manusia untuk pangan, air bersih, dan mata pencaharian. Berdiri pada tahun 1987, CI bekerja di lebih dari 30 negara pada enam benua untuk mendukung sebuah planet yang sehat bagi semua kehidupan kita semua. Conservation International telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1991, mendukung upaya konservasi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.conservation.org ​

Kontak Media

Rony Megawanto

Marine Policy Manager

rmegawanto@conservation.org


​​​​​Images Slideshow Carousel (half page)

Carousel Configuration​

EditCarousel Title:
Edit Carousel Orientation:leftLeft
     
    EditAnchor tag for sticky nav (optional):[Optional]
    EditImage RenditionID Small:15[Optional]
    EditImage RenditionID Webkit:17[Optional]
    EditImage RenditionID Medium:18[Optional]
    EditImage RenditionID Large:19[Optional]

    Carousel Images

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/DSC_4770.jpg
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Victor Nikijuluw, Marine Director CI Indonesia membuka acara media briefing mengenai program Blue Carbon di Indonesia.
    EditPhoto Credit:
    Move UpMove Down​​

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/thumb_DSC_4563_1024.jpg
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Penjelasan mengenai kebijakan blue carbon di Indonesia oleh Andi Rusandi, Kasubdit Penataan Kawasan Konservasi.
    EditPhoto Credit:
    Remove this imageMove UpMove Down

    Image

    EditImage:/global/indonesia/publikasi/PublishingImages/DSC_4680.jpg
    EditImage Alt Text:
    EditCaption Title:
    EditCaption Description:Pemaparan tentang Community Based Conservation di Raja Ampat oleh Alberth Nebore dan Ronald Mambrasar dari program Raja Ampat CI Indonesia.
    EditPhoto Credit:
    Remove this imageMove UpMove Down
    Add another image...
    Remove this module
    ​​​​​​​

    Request an Interview

    ,

    ,

    Related Content

    Other Media