Pangan
© Art Wolfe, www.ArtWolfe.com
© Art Wolfe, www.ArtWolfe.com  
Ketahanan Pangan

Program Ketahanan Pangan CI yang baru eksplisit membahas tantangan ketahanan pangan. Kami bekerja di tingkat lapangan dan kebijakan untuk menunjukkan bahwa kesehatan ekosistem sangat penting untuk ketahanan pangan jangka panjang dan untuk mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan di mana produksi pertanian dan konservasi sumber daya positif dan memperkuat satu sama lain.


Mengatasi Ketahanan Pangan

Saat ini, tantangn yang sangat besar bagi penduduk dunia adalah soal kerawanan  pangan, walaupun produksi pangan secara global cukup untuk memenuhi kebutuhan 6 milyar penduduk dunia, namun sekitar 1 miliar orang tidak dapat memenuhi persyaratan minimal protein dan kalori setiap hari (UNEP 2009).

Saat ini, keamanan pangan dunia nyatanya dibatasi oleh akses terhadap makanan – sebuah masalah yang hampir selalu terkait dengan kemiskinan. Oleh karena itu tantangan ketahanan pangan terkait erat dengan mata pencaharian, yaitu memastikan bahwa setiap orang memiliki sumber finansial yang berkelanjutan sebagai salah satu kunci untuk memperoleh pangan yang mereka  butuhkan.

LEBIH DALAM:  Tentang upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, Kopi Konservasi 

Dengan demikian, setelah selama puluhan tahun, pertanian, sebagai sarana untuk mengatasi kedua ketahanan pangan dan mata pencaharian, sekali lagi dipandang sebagai pendorong potensi pembangunan pedesaan.


Menjamin Pemenuhan Pangan

Permintaan pangan dunia diperkirakan akan dua kali lipat pada tahun 2050 sebagai konsekuensi bertambahnya populasi yang diproyeksikan sekitar 2,7 miliar orang, juga adanya perubahan pola konsumsi. 

Permintaan yang bertambah ini terancam dengan meningkatnya  area lahan pertanian yang digunakan dengan tujuan selain untuk tanaman pangan seperti bio-disel, menurunya jumlah lahan pertanian, dampak perubahan iklim bagi pertanian dan penurunan produksi perikanan global dan pertumbuhanpesies liar.

Kemiskinan kini serta permintaan akan pangan yang akan datang membutuhkan investasi besar-besaran di bidang pertanian dan perikanan. Tentu saja para donor akan melangkah untuk menghadapi tantangan ini.

Namun dampak lingkungan dari investasi ini kurang dipahami, dan tanpa hubungan langsung dengan pelayanan kepada alam, investasi ini akan memiliki dampak yang merusak bagi lingkungan. Mengintegrasikan jasa ekosistem ke dalam agenda pembangunan bisa menjadi keharusan sebagai upaya untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan.