Kesehatan
Tantangan dan Solusi
© CI/Photo by Lydia Napituputlu
Tantangan dan Solusi

Ancaman terhadap Kesehatan dan Ekosistem manusia

Laju pertumbuhan penduduk dunia seringkali berdampak pada konservasi dalam berbagai cara. Tekanan yang secara tidak langsung ditumbulkan oleh pertumbuhan pendiduk ini antara lain:

Kurangnya akses kepada layanan kesehatan, seperti  layanan KB/ RH, vaksinasi, dan layanan yang menjamin keselamatan ibu

CI bekerja di beberapa daerah keanekaragaman hayati yang paling asli di dunia. Daerah –daerah ini, kawasan perdesaan dan terpencil, di mana penduduk tak terlayani pemerintah dalam kebutuhan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan. Hal ini menyebabkan tingkat kesuburan tinggi dan penggunaan alat kontrasepsi langka. Keadaan ini menimbulkan komplikasi pada kelahiran, perawatan pra-dan pasca-melahirkan yang tidak memadai, serta tingginya angka kematian bayi dan ibu.

Penduduk Kamboja, Madagaskar dan Filipina memiliki tingkat kelahiran dan kematian anak tertinggi, dan layanan Keluarga Berencana tidak terpenuhi. Di wilayah pedesaan, penduduk seringkali lebih membutuhkan kesehatan oleh karena itu mereka menekan sumber daya setempat untuk membeli obat-obatan, transportasi ke fasilitas kesehatan yang jauh dan layanan kesehatan yang penting.


Pertanian babat-dan-bakar

Hilangnya habitat akibat konversi hutan untuk lahan pertanian merupakan ancaman berat bagi keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Di Baggao, Filipina, 88 persen rumah tangga melakukan pertanian babat-dan-bakar di dalam hutan sekunder.

Di Madagaskar, meskipun ada larangan pemerintah terhadap praktik ini, petani miskin di pedesaan masih membakar lahan untuk produksi padi dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Di Indonesia, guna menghilangkan upaya ekspansi terhadap hutan oleh perkebunan kopi rakyat. CI memfasilitasi  pertanian kopi secara lestari bekerjasama dengan mitra yaitu perkumpulan petani kopi setempat.

BACA LEBIH LANJUT: Aroma Konservasi Kopi Sidikalang


Penurunan sumber daya air

Air tawar sangat penting bagi kesehatan manusia, produksi pangan, energi listrik, transportasi, dan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Selama abad kedua puluh, penduduk dunia meningkat empat kali lipat. Selama periode yang sama, pengambilan dari ekosistem air tawar meningkat delapan kali lipat.

Sayangnya, sumber daya air tawar di daerah di mana CI telah bekerja seringkali terancam oleh praktik babat-dan-bakar yang menyebabkan erosi tanah yang parah. Di Pegunungan Kapulaga (Cardamon) di Kamboja, gelombang pembangunan bendungan baru mengancam memblokir hampir semua aliran sungai yang mengalir bebas di kawasan konservasi Pegunungan Kapulaga. Penduduk setempat yang mengandalkan air tawar di sana untuk mata pencaharian mereka dan kelangsungan hidup mungkin terpaksa pindah ke daerah-daerah terpencil dan lebih rentan untuk menemukan air tawar.


Praktik pengelolaan sumberdaya alam yang tidak berkelanjutan

Penduduk yang mengandalkan pengambilan sumberdaya, seperti berburu atau memancing, berkontribusi kepada praktik lingkungan yang merusak karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang praktik alternatif dan akses ke kesempatan kerja lain. Oleh karena itu mereka terus meningkatkan tekanan terhadap sumber daya yang telah terancam.

Kemiskinan merupakan penyebab utama keadaan ini. Dalam banyak kasus, orang tidak memiliki stabilitas ekonomi untuk mencari pilihan lain. Di ketiga negara itu, CI bekerja sama dengan mitra dan donor untuk mengatasi ancaman ini dengan membangun kapasitas pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan baik di masyarakat dan LSM; menangani isu-isu kebijakan; dan mendorong koalisi-kolaisi untuk meningkatkan keamanan spesies, lanskap dan koridor konservasi secara menyeluruh.