Air
Publikasi
© CI/Photo by Russell A. Mittermeier   
 
 
© CI/Photo by Russell A. Mittermeier 
 
 
 
 
 
Sekarang ini, kalau anda berkendaraan memasuki tol jagorawi (Jakarta Bogor dan Ciawi), sebuah fenomena baru tengah terjadi tentang air. Coba buktikan: hentikan mobil anda di pinggir jalan, duduklah barang sebentar, mungkin lima atau sepuluh menit. Tengoklah di kanan atau kiri anda, ada berapa mobil tangki berukuran 2000 liter bahkan berukuran raksasa 5000 liter, hilir mudik mengangkut air.
 
 
Jasa hidrologis hutan berupa sumberdaya air merupakan salah satu jasa lingkungan terpenting yang dihasilkan hutan. Aliran air yang keluar dari areal hutan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, misalnya air minum, sanitasi lingkungan, pertanian, industri, ekosistem dan sebagainya
 
 
Upaya untuk membangun apresiasi nilai hidrologis (air) hutan di Indonesia telah diteliti Ramdan (2006) di kawasan hutan Gunung Ciremai. Pendekatan pembayaran jasa lingkungan (payment for environmental services, PES) dicoba diterapkan di kawasan tersebut, dimana sumber air yang dimanfaatkan bersifat lintas wilayah (transboundary water).
 
 
Upaya konservasi ekosistem hutan dalam fungsinya sebagai resapan air merupakan lingkup kegiatan penting dalam pengelolaan air berkelanjutan dan menjadi tanggung-jawab semua pengguna air di kawasan tersebut. Upaya konservasi hutan memerlukan sejumlah dana yang digunakan untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola kawasan tersebut agar berfungsi optimal dalam menyediakan jasa hidrologisnya.