"Menjebak" Satwa di Taman Nasional Gn. Gede Pangrango
Gunung Gede Taman Nasional
© CI/Haroldo Castro
Anton Ario dan Rini Rismayani
 

Sebagai bagian dari program penelitian yang dilakukan Stasiun Penelitian Bodogol Taman Nasional Gn Gede Pangrango (TNGP), kegiatan penelitian keanekaragaman hayati terus dilakukan semenjak mulai beroperasinya stasiun tersebut pada tahun 2000. Berbagai program penelitian terus mengalami perkembangan, termasuk dalam kegiatan penelitian keanekaragaman hayati. Salah satu pengembangan  program penelitian adalah  dengan penggunaan perangkap kamera (cameratrap) sebagai salah satu metode inventarisasi satwa khususnya satwa mamalia dan burung.
 
Penggunaan cameratrap di Bodogol merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di TNGP. Kegiatan ini telah berlangsung selama satu tahun, sejak dimulainya pada  bulan Oktober 2003. 
 
Pemasangan cameratrap ini menghasilkan foto 14 jenis mamalia  yang terdiri dari lima ordo dan delapan suku, antara lain babi (Sus scrofa), pelanduk (Tragulus javanicus), binturong mutu (Arctistic binturong), musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), lingsang (Prionodon lingsang), garangan Jawa (Hervestes javanicus), kucing tuwuk (Prionailurus bengalensis), macan tutul (Panthera pardus), trenggiling peusing (Manis javanica), tikus belukar (Rattus tiomanicus), bajing tanah bergaris tiga (Lariscus insignis), tupai gunung (Tupaia montana),  tupai kekes (Tupaia javanica) dan  anjing (Canis familiaris). Selain dari kelas mamalia, beberapa jenis burung ternyata juga terpantau oleh pemasangan kamera penjebak ini. Selama pemasangan, telah terekam pula jenis-jenis burung seperti: delimukan zambrud (Chalcophaps indica), puyuh gonggong jawa (Arborophila javanica), dan paok pancawarna (Pitta guajana).
 
Program tahap awal ini akan terus berlanjut untuk mendapatkan data keanekaragaman fauna khususnya yang ada di Bodogol dan diharapkan juga dapat dilakukan untuk seluruh kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
 
Hasil ini dapat bermanfaat sebagai  tambahan informasi tentang keanekaragaman  satwa mamalia dan burung bagi para peneliti maupun dalam kegiatan pendidikan konservasi alam di Pusat Pendidik Konservasi Alam (PPKA) di Bodogol, Sukabumi. Informasi yang diperoleh dari pemasangan kamera ini tentu akan mendukung bukti-bukti konkrit upaya konservasi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
 

Taman Nasional Batang Gadis

Sementara itu di Taman Nasional Batang Gadis Sumatera Utara, masih bermunculan spesies-spesies sumatera yang sangat jarang menampakkan dirinya. Survei perangkap kamera di TNBG masih masih mengambil kawasan Aek Nangali yang terletak di sebelah Barat kawasan taman nasional.  Binatang-binatang yang dijumpai di kawasan ini antara lain tapir, harimau, kucing emas, kucing dahan, beruang madu, pelanduk serta burung kuau (Argus sp).