Intro Photo Large

Remove this module

Section Info

EditPhoto Title:Buku Ekologi Papua Versi Indonesia Diluncurkan
EditPhoto Description:
EditImage Url:/global/indonesia/PublishingImages/ci_59934837.jpg
EditImage Description:Forest floor near one of the camps during the Conservation International Rapid Assessment Program (RAP) expedition to the Foya Mountains of Papua province, Indonesia,
EditPhoto Credit:© CI/ photo by Stephen Richards
EditPhoto RenditionID Small:5[Optional]
EditPhoto RenditionID Webkit:6[Optional]
EditPhoto RenditionID Medium:7[Optional]
EditPhoto RenditionID Portrait:8[Optional]
EditPhoto RenditionID Large:9[Optional]


Buku pertama yang membahas ekologi tanah Papua secara komprehensif

JAKARTA—(05 Juni 2012). Tanah Papua diperkirakan memiliki lebih dari 15.000 jenis tumbuhan berpembuluh, sekitar 2.000 jenis anggrek, lebih dari 100 jenis Rhododendron, dan berbagai jenis pohon yang menghasilkan kayu dengan nilai estetika  dan bernilai ekonomi tinggi.  Demikian pula luar biasanya kekayaan fauna. Burung mendominasi vertebrata Papua;  lebih dari 600 jenis yang tercatat, termasuk 25 jenis burung cenderawasih, tiga jenis kasuari dan kira-kira dua lusin beo, merpati, burung pemangsa dan raja-udang.

Adapun jenis mamalia lebih sedikit, tetapi keberadaan populasi mamalia terus terancam akibat perburuan yang terus berlangsung. Codot, kangguru pohon, possum dan tikus paling terwakili di antara 180 atau lebih jenis yang ada. Ada pula hewan amfibi yang mencakup lebih dari 150 jenis katak, yang sebagian besar masih belum dikenal. Sedangkan reptilia terdiri dari dua jenis buaya, 61 jenis ular, 141 jenis kadal dan 11 jenis biawak.


​Video Large Centered (Custom Thumbnail)

Remove this module

Section Info

EditDefault Title:[Optional]
EditYoutube Video Id:c5XHiz0xPJM
EditVideo Description:[Optional]
EditCustom Thumbnail:/global/indonesia/PublishingImages/ci_24654638.jpg[Optional]
Edit Hide Title:trueYes

PELAJARI: Ekspedisi Mamberamo

Selain itu, Tanah Papua dihuni oleh sekitar 150 jenis ikan air tawar dan lebih dari 2.250 jenis ikan laut. Jelas bahwa daftar ini belum lengkap, karena beberapa jenis baru terus ditemukan dalam beberapa penelitian terkini. Banyak jenis flora dan fauna  ini  merupakan spesies endemic yang hanya ditemukan di Pulau Papua saja , sehingga pulau yang berada di bagian timur Indonesia ini layak disebut sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Penjelasan tentang hal tersebut terungkap di dalam jilid terakhir Seri Buku Ekologi Indonesia yaitu Ekologi  Papua dalam versi Bahasa Indonesia,  diluncurkan Jum’at (25/5) oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia(YPOI) bekerjasama dengan  Conservation International Indonesia di kantor Yayasan  Obor Indonesia , di Jakarta.

LIHAT JUGA: Publikasi CI Indonesia

Buku ini menyajikan paparan lengkap tentang alam asli tanah Papua, dari mulai lingkungan fisik dan geografi, flora dan fauna, ekosistem alami, interaksi manusia dan ekosistem serta upaya konservasi sumber daya alam Papua.  “Ini adalah buku pertama yang membahas ekologi tanah Papua secara komprehensif dan belum pernah ada buku lainnya yang membahas selengkap ini. Oleh karena itu buku ini dapat menjadi literatur utama bagi para peneliti universitas” Kata Ketut Sarjana Putra, Direktur Eksekutif Conservation International (CI) Indonesia.

Selain itu, buku ini sangat bermanfaat sebagai rujukan utama pemerintah Papua dalam menghitung nilai ekonomi kekayaan hayati Papua sehingga kebijakannya tidak menegasikan nilai-nilai lain yang menjamin kelangsungan pembangunan fisik, ekonomi dan sosial di pulau ini.

Tanah Papua merupakan wilayah unik dengan kekayaan alam hayati luar biasa baik di kawasan teresterial, pinggir pantai hingga terumbu karang.  Kekayaan hayati di Tanah Papua merupakan proses warisan alam yang sangat tua dari kawasan bergunung-gunung yang kompleks, hingga kawasan pantai yang  telah memilah penduduk asli yang telah menghuni kawasan tersebut selama sekitar 40 ribu tahun. Hal inilah yang  menjadikan kawasan-kawasan ini memiliki kelompok budaya dan bahasa paling beragam di dunia.

Tidak mengherankan bahwa seorang pakar ilmu alam dan keanekaragaman hayati dari Universitas Harvard, E.O Wilson, sangat mengagumi pulau yang terletak di Indonesia bagian timur ini. “Ukuran pulau yang luas, iklimnya yang konstan dan cocok untuk pertumbuhan vegetasi, topografi yang terjal, dan kedekatannya dengan benua Asia dan Australia membuat pulau ini menjadi pusat tertinggi keanekaragaman  hayati dan manusia.” Demikian kata Wilson, dalam pengantar buku itu.

Buku ini merupakan rangkuman dan terjemahan dua jilid buku versi bahasa Inggris Ecology of Papua yang telah terbit lebih dahulu tahun 2007. Versi dalam bahasa Indonesia setebal 981 halaman ini berisikan kajian literatur terkini yang komprehensif tentang sejarah dan kekayaan alam tanah Papua.

Melalui dana hibah pemerintah Provinsi Papua (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) maka  buku Ekologi Papua berbahasa Indonesia dapat diterbitkan bersama Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Buku ini merupakan catatan penting alam Papua yang dapat menjadi rujukan para akademisi, praktisi lapangan, peneliti muda, pelajar, pegiat konservasi alam. Bagi para pengambil kebijakan di daerah informasi dalam buku ini dapat menjadi acuan dalam mempertimbangkan berbagai keputusan dalam pengambilan kebijakan. //