​Mengenal Kelapa Sawit Berkelanjutan di Sumatera Utara

​​Indonesia   English​


Kelapa sawit sudah menjadi perhatian yang mendunia. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan jutaan petani kecil dengan memproduksi 39% pasokan minyak sayur di dunia. Namun, kelapa sawit tidak luput dari masalah lingkungan seperti deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Beberapa dampak lingkungan tersebut menjadikan Conservation Internasional (CI) memberi perhatian khusus pada kelapa sawit dan mendukung kelapa sawit berkelanjutan. Hal ini juga mendorong kunjungan Tim South South Exchange (SSE) kelapa sawit CI menuju salah satu negara produsen sawit terbesar di dunia yaitu Indonesia.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Foto bersama Tim SSE dengan Dewan Perwakilan Daerah dan Sekretariat Kelapa Sawit Berkelanjutan.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/SSE1.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Bharaty
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

​Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk berbagi informasi dan pengalaman serta metodologi yang melibatkan pemangku kepentingan seperti sektor swasta, pemerintah, petani kecil serta masyarakat. Selain itu, membangun pemahaman, pengertian serta visi yang sama terhadap program kelapa sawit secara global dan saling memberi masukan  terhadap strategi institusi serta metodologi. Dengan kunjungan ini diharapkan peserta dapat memahami mengenai manfaat konservasi terhadap penerapan produksi sawit berkelanjutan pada pemangku kepentingan yang relevan.

Kunjungan dihadiri oleh Tim CI dari Brazil, Peru, Ekuador, Liberia, Amerika, Eropa dan program CI di Papua Barat, pada tanggal 5 hingga 10 Juni 2016 di Sumatera Utara (Sumut).  Hadir pula pada kunjungan tersebut Parlindungan Purba, SH, MH, dari Dewan Perwakilan Daerah. Ia sangat senang dan tertarik atas kunjungan ini karena kelapa sawit memiliki dampak yang cukup signifikan bagi Indonesia.

"Semoga dengan kunjungan ini dapat membuka wawasan teman-teman kita dari negara penghasil sawit lainya seperti Brazil, Peru dan lainnya, dan agar mereka dapat melihat langsung perkembangan kelapa sawit khususnya di Sumut," ujarnya. Ia berharap masyarakat international tidak  hanya melihat dampak lingkungan yang negatif tapi dapat bekerja sama menuju kelapa sawit keberlanjutan.

Pertemuan awal dilaksanakan di Medan, Sumut dengan berbagi program kelapa sawit dan pemaparan dari masing-masing negara. Presentasi juga dilakukan oleh mitra CI melalui program Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan (Sustainable Landscapes Partnership – SLP) yaitu Sekretariat Bersama Kelapa Sawit Berkelanjutan, Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara.

“Kunjungan ini sangat baik untuk menunjukkan bahwa kita sedang berupaya menuju sawit berkelanjutan, dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga termasuk Conservation International.” kata Dr. Hidayati perwakilan dari institusi tersebut.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Berkunjung ke area Kebun Hapesong PT. PN III.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/SawitPTPN3.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Yance de Fretes
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Timbas Ginting juga berkesempatan hadir pada pertemuan ini dan membuka peluang untuk berdialoq mengenai sawit berkelanjutan di Sumatera Utara.  Hasil kerjasama antara pemerintah Sumut dengan CI, melalui program SLP, telah menghasilkan kesepakatan melalui penandatanganan Ikrar kelapa Sawit Berkelanjutan Sumut. Ikrar ini ditandatangani oleh 16 perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menerapkan sawit secara berkelanjutan dan menuju Indonesia Sustainable Palm Oil.

Keesokan harinya kunjungan dilanjutkan menuju ke area penangkaran penyu di Desa Muara Opu di Kabupaten Tapanuli Selatan. Desa Muara Opu menjadi tempat bersarang dan bertelur bagi tiga dari tujuh spesies penyu di dunia. Masyarakat desa bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal dan CI berupaya mengkonservasi penyu-penyu yang berstatus terancam punah.

Kunjungan yang cukup memberi pelajaran dan kesan bagi Tim SSE adalah menuju salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tapanuli Selatan yaitu PT. Perkebunan Nusantara (PN) III. Tim mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pengolahan Tandan Buah Segar pada Pabrik Kelapa Sawit dan juga pengolahan Palm Oil Mills Effluence (POME) menjadi biogas, dan energi listrik, termasuk penanganan Daerah Aliran Sungai di area perkebunan.​​

Tim SSE juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Manager Pabrik Kelapa Sawit PT. PN III, Hermansyah, tentang bagaimana upaya mereka untuk melakukan praktek-praktek keberlanjutan. Hermansyah selaku Manager Pabrik Kelapa Sawit di kebun Hapesong berkata bahwa ia sangat senang dan menghargai kunjungan ini. Hal ini juga dapat menjadi pesan bagi perwakilan dari CI di beberapa negara bahwa kelapa sawit di Tapanuli Selatan sedang dalam proses dan upaya menuju keberlanjutan.

Tim SSE juga bertemu dengan petani kecil kelapa sawit di Desa Muara Opu yang taraf hidupnya meningkat setelah melakukan budidaya sawit di kebunnya. Mereka juga berterima kasih kepada pabrik kelapa sawit di kecamatan mereka yang selalu menampung  Tandan Buah Segar dari kebun. Selain kelapa sawit, para peserta juga mengunjungi kebun karet yang berada tidak jauh dari lokasi dan dapat melihat bagaimana proses menyadap karet yang tepat.

Di hari terakhir, para peserta mengatakan bahwa kunjungan ini membuka wawasan mereka atas kondisi nyata perkembangan kelapa sawit di Indonesia. (Bharaty/28 Juni 2016)​

​​​​