​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Pembagian Bibit Atas Jasa Konservasi

​Indonesia     English​​

​​​​​​

Pada hari Jumat (11/3/2016), Kepala Desa Aek Sabaon membagikan 50.000 bibit kepada lima desa di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara yang telah berpartisipasi dalam Kesepakatan Konservasi Masyarakat Desa (KKMD). Desa-desa tersebut adalah Aek Sabaon, Sugi, Aek Nabara, Tanjung Dolok dan Batu Satail.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Pemberian bibit secara simbolis oleh Kepala Desa Aek Sabaon ke empat desa lainnya.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/psb.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Edy Suprayitno
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Pembagian bibit ini merupakan imbalan atas komitmen masyarakat desa tersebut untuk tidak melakukan pembukaan kebun di daerah konservasi dan kawasan lindung serta tidak menebang pohon di sempadan sungai. Hal ini dikarenakan tempat tinggal mereka berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Masyarakat juga menyadari akan pentingnya ikut menjaga kawasan konservasi sebab mereka sadar bila kawasan ini terjaga maka pasokan air yang mereka butuhkan akan terjaga.

Jenis bibit yang diberikan adalah sengon, mahoni, kopi, aren, suren, karet dan gaharu. Bibit ini dipilih karena sesuai dengan jenis tanah dan iklim daerah setempat. Selain itu, beberapa bibit dapat memberikan keuntungan secara ekonomi seperti kopi, aren dan gaharu. Untuk mahoni bila ditanam di sekitar daerah sempadan sungai atau daerah yang memiliki kelerengan yang cukup tinggi dapat mendukung dalam upaya konservasi lahan. Sedangkan untuk sengon dan suren dapat dimanfaatkan sebagai sempadan atau pun dijual.

Setelah pembagian bibit, diadakan diskusi dan sosialisasi terkait peruntukan bibit tersebut. Pemerintah melalui Penyuluh Pertanian Lapangan akan mengelola persemaian ini untuk dijadikan varietas unggulan tanaman Kabupaten Tapanuli Selatan.

Khusus komoditas kopi, lembaga swadaya masyarakat OVATA dan Operasi Wallacea Trust akan mendampingi masyarakat menjalankan praktek kopi konservasi yang menggunakan pupuk organik dan menanam tanaman pelindung di setiap kebun kopi.  Selain itu, juga akan dibentuk kebun percontohan di Desa Aek Sabaon dengan harapan keempat desa lainnya bisa mengikuti dan mempraktekkan di kebun masing-masing.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Bibit yang akan diberikan kepada lima desa
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/bbt.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Yoesman Tanjung
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Masyarakat juga didorong untuk menanam secara agroforestri. Hal ini tercermin dari jenis bibit yang bervariasi dari kayu hingga komoditas. Agroforestri sendiri adalah budidaya tanaman kehutan​an (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim). Dalam waktu sebulan hingga dua bulan, Conservation International Indonesia akan melakukan pemantauan tempat dimana bibit-bibit itu ditanam. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa desa-desa tersebut tetap mengikuti kesepakatan yang telah disetujui. (Yoesman Tanjung/3 Mei 2016)​

​​​​​