​​​​Patroli Pintar dengan “SMART“ Untuk Perlindungan Kawasan Hutan yang Lebih Efektif

​​Indonesia   English​


Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan kawasan konservasi penting lainnya di Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara memiliki satwa langka yang harus dilindungi seperti Harimau Sumatera, Tapir, Kucing Emas, Burung Kwao dan masih banyak spesies lainnya serta flora yang  bervariasi. Untuk perlindungan kawasan penting ini, berbagai usaha sudah dilakukan untuk menjaga kelestariannya.​

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Pelatihan Sistem Data SMART.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/foto%20paul2.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Paul van Nimwagen
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah patroli untuk mengurangi ancaman yang ada seperti perambahan hutan, perburuan satwa, kebakaran hutan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja dan juga wadah sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan. Patroli ini dilakukan oleh Polisi Hutan TNBG sekali  dalam sebulan.

Namun saat patroli tersebut tidak ada pencatatan terhadap hal-hal yang ditemui seperti jenis tanaman dan jejak-jejak binatang. Yang mengakibatkan data tidak lengkap sehingga tidak dapat digunakan sebagai acuan peningkatan pengelolaan Taman Nasional.

Untuk meningkatkan efektivitas pemantauan dan pengelolaan kawasan hutan diperkenalkan sistem SMART. Spatial Monitoring and Reporting Tool atau SMART adalah sebuah akses perangkat lunak komputer yang membantu  pengelola  dari kawasan konservasi and area hutan lainnya untuk pelaporan dan aktivitas di lapangan. Sistem ini memberikan pengetahuan dasar untuk pengelolaan, pertahanan kawasan konservasi dan pengelolaan data.

Sistem ini merupakan penyempurnaan dari sistem patroli yang sudah ada yang mana lebih praktis, lebih lengkap serta data tersimpan dengan baik dan akurat. Tim patroli akan lebih teliti dan peduli dengan mengisi buku patroli sesuai dengan temuan-temuan yang ada di lapangan.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Pelatihan patroli SMART dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam di Berastagi.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/Foto%20Paul.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Paul van Nimwagen
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.
SMART dikembangkan oleh beberapa ahli konservasi dan konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat internasional seperti World Wildlife Fund, Wildlife Conservation Society, Flora and Fauna International, Zoological Society of London, Frankfurt Zoological Society, New Castle Zoo, KOTA dan MIKE. dan lembaga lain yang didukung oleh  pemerintah dan sektor  swasta. Sejak  diluncurkan pada tahun 2011, SMART sudah diadopsi di 147 kawasan konservasi di 31 negara. SMART juga sudah diadopsi di tingkat nasional oleh 8 negara termasuk Thailand, Bhutan dan Madagaskar.

"Untuk di TNBG sendiri, SMART diperkenalkan oleh Toby dari CI Kamboja dan dibantu oleh Paul, seorang konsultan sejak Desember 2014 dan sampai sekarang masih digunakan. Kami diajarkan prosedur patroli di lapangan, memasukkan data ke software SMART sampai pengolahan dan analisis data. Data yang sudah terkumpul bisa menjadi acuan dalam pengelolaan kawasan." kata Atos Febrisyahma, Polisi Hutan TNBG.

Setiap tim patroli akan dibekali dengan buku saku patroli SMART, peralatan patroli dan perlengkapan lainnya yang ditetapkan dalam prosedur patroli.

Sistem ini dapat mengelola informasi penting seperti perkembangan atau perubahan jumlah pada suatu spesies hewan dan tanaman di dalamnya, aktivitas ilegal dan keterlibatan staf yang secara sistematis akan diambil dan disimpan. Informasi ini kemudian dapat mendukung pengambilan keputusan yang mengarahkan sumber daya untuk kegiatan pengelolaan yang paling dibutuhkan.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Staf TNBG sedang patroli menggunakan SMART
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/foto%20Paul%20van%20Nimwegen.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Paul van Nimwagen
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

​Masyarakat pun dapat terlibat dalam patroli rutin atau khusus yang disebut Masyarakat Mitra Polisi Hutan. Dengan ikut berpatroli, masyarakat bisa menambah pengetahuan tentang pelestarian hutan dan menambah pendapatan mereka. Pihak TNBG juga merasa terbantu dengan adanya dukungan dari masyarakat karena dapat memperoleh informasi mengenai hewan liar yang keluar kawasan dan pihak yang merambah hutan.

Beberapa manfaat lain sudah dirasakan oleh para petugas, seperti yang di ungkapkan oleh salah satu Polisi Hutan TNBG,  Abda Irama Siregar.

"Pada awalnya sistem SMART memang lebih rumit, mungkin karena belum terbiasa dimana banyak hal-hal baru serta media baru yang digunakan pada saat patroli. Akan tetapi sekarang kami sudah merasakan manfaatnya yaitu tujuan patroli lebih jelas dan menambah kesadaran saat bertugas. Kami juga memperoleh lebih banyak data seperti hewan liar dan jenis pohon. Data tersebut tercatat dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pengolahan kawasan agar lebih baik lagi." ungkapnya.

Adanya sistem SMART dapat membantu staf di lapangan untuk melakukan patroli yang​​ lebih efektif dalam pengumpulan data keanekaragaman hayati yang sistematis dan adaptif. Diharapkan sistem ini mendapat perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kualitas kawasan konservasi agar menjadi kawasan yang  efektif  di masa depan. (Agnes Batuara/28​ Juni 2016)


​​