​​​​​​​​Ozon, Bumi Biru yang Sehat dan Generasi Muda Papua

Indonesia     English

​​​

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Pemandangan terumbu karang yang berwarna-warni dan sekelompok Yellowtail Demoiselles di Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/ci_62637272_Medium.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Jeff Yonover
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Sukarno pernah berujar "Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Pernyataan fenomenal tersebut menunjukan betapa berpengaruhnya anak muda dalam merubah wajah Indonesia. Papua, pulau terbesar kedua di planet ini, dikenal sebagai episentrum keanekaragaman hayati dunia​ oleh para peneliti dengan tingkat biodiversitas yang tinggi.

Papua Barat merupakan salah satu Provinsi di Pulau Papua yang terbentuk pada tahun 2003. Provinsi yang terlihat seperti kepala burung cendrawasih ini memiliki sumberdaya alam penting untuk dipertahankan dalam rangka memastikan bumi biru yang sehat. Seperti berlimpahny​a lahan basah yang meliputi, muara, terumbu karang, gambut, rawa, mangrove, laguna, teluk, dan hutan pantai.

Keseluruhan tersebut berperan dalam menopang sumber kehidupan. Namun pada kenyataannya, terdapat beberapa aktivitas penyumbang kehancuran yang berdampak secara lokal, maupun global. Dalam beberapa dekade, isu perubahan iklim yang berimbas kepada beberapa sektor, seperti semakin meluasnya lubang ozon menjadi pembicara hangat di seluruh dunia.

Begitu pun Indonesia, sebagai negara yang berkontribusi dalam hal tersebut telah  banyak melakukan upaya-upaya mitigasi. Papua Barat, dipercaya sebagai salah satu tempat terakhir di Indonesia yang masih memiliki keanekaragaman hayati dengan biodiversity yang tinggi, serta terjaga kelestariannya dapat dijadikan alternatif dalam rangka mendukung upaya tersebut.

Apa itu Lapisan Ozon?

Ozon berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3). Ozon adalah zat yang tidak berwarna terletak antara 15 hingga 30 kilometer dari permukaan bumi, tepatnya pada lapisan stratosfer awan. Kontributor utama penyebab terbentuknya lapisan ozon adalah matahari, halogen, dan temperatur rendah. Ketika temperatur turun melebihi ambang batas, awan terbentuk di stratosfer. Hologen, khususnya polutan seperti klorin dan brom, berubah menjadi kimia yang bereaksi dengan cepat di ozon. Lapisan ozon berfungsi melindungi bumi dari radiasi Ultraviolet matahari.

Hubungan Lapisan Ozon dan Pemanasan Global

Pemanasan Global adalah kenaikan suhu rata-rata atmosfer, lautan, permukaan bumi yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca. Kontributor terbesar terbesar pemanasan global saat ini adalah Carbon Dioksida (CO2), Metana (CH4), dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC), dan gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca  yang menyelimuti bumi dan memerangkap panas. Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2, juga semakin memperparah kondisi ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2,  yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Langit biru di muara sungai Teluk Bintuni, Papua Barat.
EditPhoto Url:http://www.conservation.org/global/indonesia/cerita/PublishingImages/Muara%20Sungai%20Teluk%20Bintuni_Papua%20Barat.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Yance de Fretes
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Jika kita mendengar pernyataan melebarnya lubang ozon di muka bumi adalah kondisi hilangnya lapisan ozon di lapisan atas atmosfer, tepatnya pada bagian stratosfer. Sedangkan pemanasan global mendorong pemanasan bagian bawah atmosfer tepatnya pada bagian troposfer, yang penyebabnya adalah peningkatan konsentarasi dari gas-gas yang memerangkap panas atau kita kenal dengan gas rumah kaca. Apab​ila panas terperangkap di bagian troposfer mengakibatkan semakin sedikit panas yang terlepas ke angkasa luar, sehingga pada lapisan stratosfer akan menjadi dingin. Semakin dingin stratosfer, maka semakin besar kerusakan yang terjadi pada lapisan ozon. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanasan global dan lapisan ozon saling berkaitan.​

Menyelamatkan Lahan Gambut, Memperbaiki Lapisan Ozon

Dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia turut menyumbang kerusakan lapisan ozon melalui penggunaan Chlorofluorocarbons (CFC) pada peralatan rumah tangga, seperti kulkas, AC, penyemprot cat dan penyemprot rambut, hingga bahan penyemprot pestisida dan insektisida. Senyawa CFC dikenal sehari-hari sebagai freon.

Dewasa ini, kerusakan lingkungan seperti kebakaran hutan yang menghasilkan Karbon Dioksida CO2 dituding menjadi salah satu kondisi yang memperparah timbulnya lubang ozon. Tidak dapat dipungkirin, tahun-tahun suram kabut pekat asap akibat kebakaran hutan menjadi momok tersendiri buat Indonesia. Terutama dalam rentang lima tahun terakhir, kebakaran banyak terjadi di lahan gambut di Pulau Sumatra, bahkan pada tahun 2015, kebakaran hutan menjalar sampai di Pulau Papua.

Mengurangi gas-gas yang merusak lapisan ozon penting dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan lapisan ozon. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Indonesia. Di Papua Barat, terdapat beberapa sumber daya alam yang mampu dijadikan penyelamat lapisan ozon, salah satunya yaitu melalui lahan gambut.

​​​Image (half page with rollover caption)

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/atmosphere%20layers.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© NASA/Goddard
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Di Papua, terdapat lahan gambut seluas 8 juta Ha yang berfungsi sebagai penyimpan karbon alami. Disisi lain, tidak tepat dalam pengaturan, dapat menjadi penyumbang sumber emisi gas rumah kaca. Karbon Dioksida dalam jumlah besar, akan terlepas ke atmosfer ketika lahan gambut dialihfungsikan. Hal ini tentu saja secara tidak langsung memberikan dampak kerusakan lapisan ozon.

Lahan gambut amatlah penting dipertahankan untuk memastikan karbon tetap berada didalamnya. Semakin terjaga kondisi gambut di Papua Barat, maka berkontribusi dalam mengurangi kerusakan lapisan ozon. Penting untuk dicermatin, bahwa lahan basah, dimana gambut termasuk di dalamnya berkontribusi dalam menyimpan cadangan air tawar sebesar 90%​, atau dapat dikatakan sebagai sumber kehidupan.

Ozon dan Generasi Muda Papua

Universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan dan penghasil generasi penerus di tanah Papua, memiliki peran besar dalam menghasilkan data ilmiah melalui penelitian, serta sebagai basis penyampaian informasi berimbang kepada masyarakat. Mahasiswa, yang notebane adalah anak-anak asli Papua dapat menjadi "agent of change"  jika didukung ilmu pengetahuan yang didapatkan dari Universitas, seminar ilmu pengetahuan, serta kegiatan informal lainnya.

Dalam rangka meningkatkan peran serta generasi muda untuk mendukung pengurangan emisi karbon  di Papua Barat, Conservation International menjadi pembicara tamu pada Kuliah Umum Lahan Basah  yang dilaksanakan di  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua pada Agustus 2016. Dalam kesempatan tersebut, Simon salah seorang mahasiswa Jurusan Biologi Unipa, menanyakan peran serta yang dapat dilakukan mahasiswa, dalam mendukung keberlanjutan sumber daya alam di Papua Barat.

Sebagian besar dari masyarakat Papua Barat, terutama yang mendiami lahan basah, tidak mengetahui fungsi, manfaat, serta dampak dari ekosistem yang mereka tinggalin. Penting untuk digaris bawahin adalah masih terdapatnya masyarakat Papua yang menggantungkan hidupnya dari alam, atau bisa dikatakan alam sebagai sumber kehidupan. Simon menambahkan, bahwa penyampaian informasi melalui kuliah umum pembicara tamu ini, membuka wawasan para mahasiswa mengenai hubungan sumber daya alam dengan perubahan iklim, peningkatan karbon di atmosfer, serta peran serta masyarakat lokal untuk mendukung terjaganya kondisi lingkungan hidup.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Perkebunan kelapa sawit di Prafi, Manokwari.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/Perkebunan%20Kelapa%20Sawit%20di%20Prafi_Manokwari.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© CI/photo by Yance de Fretes
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

​Dalam konteks keberlanjutan sumber daya alam, mahasiswa sebagai generasi muda calon pemimpin di masa mendatang dapat menjadi duta lingkungan, yang akan membawa perubahan wajah lingkungan hidup Papua Barat, dengan berkontribusi sebagai corong penyampaian informasi kepada masyarakat di tingkatan terkecil, yaitu keluarga di kampung, masyarakat lokal di tingkatan Distrik hingga Kabupaten.​

Secara umum generasi muda mengetahui fungsi lahan basah di Papua Barat, namun terdapat beberapa informasi kunci yang tidak didapatkan akan tetapi penting untuk di dorong dalam rangka memastikan keberlanjutan sumber daya alam, serta memastikan komitment Indonesia dalam menurunkan emisi karbon. Dengan dilakukannya Kuliah Umum dengan membawa pembicara tamu lintas sektoral, para  mahasisa dapat terbuka cakrawala untuk lebih fokus menyuarakan manfaat dan kerugian dalam pengelolaan Lahan Basah, serta lebih banyak mengkajinya melalui penelitian, maupun pengabdian di masyarakat.

Lahan gambut di Papua Barat saat ini masih dalam kondisi baik, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam upaya penurunan emisi karbon di Indonesia, dengan pengelolaan yang tepat. Semakin bagus kondisi lahan gambut, maka berkontribusi dalam menjaga lapisan ozon. Conservation International percaya, manusia membutuhkan alam untuk hidup dan berkembang. Conservation International juga menyadari bahwa pembangunan akan terus terjadi. Namun, sumber daya alam yang terjaga keberlanjutannya dengan pengelolaan yang tepat menjadi prioritas utama, dalam mewujudkan bumi biru yang sehat. 

(Nita Yohana – ditulis dalam rangka Hari Ozon pada 16 September​​​​)​

​​​