​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Menggiring Tapanuli Selatan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

​Indonesia​​     English​

​​​

Catatan editor: Presiden Joko Widodo berkomitmen melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) yang ditetapkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa pada September 2015. Semua pihak termasuk pemerintah daerah harus bekerja dalam melaksanakan dan mencapai SDGs.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, sedang dalam proses mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Salah satu pendekatan penting yang dilakukan oleh wilayah ini adalah perencanaan yang pro terhadap lingkungan. Untuk mengetahui bagaimana proses perencanaanya, saya duduk bersama Ir. Saulian Sabbih, Asisten II Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Saulian​ merupakan anak ke 2 dari 6 bersaudara dan ayahnya seorang pegawai negeri sipil  golongan I. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Andalas, Provinsi Sumatera Barat, ia langsung kembali ke Tapanuli Selatan untuk membantu menyejahterakan kota kelahirannya. Ia pernah memimpin Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Tapanuli Selatan selama sepuluh tahun. Sekarang ia dipercaya Bupati Tapanuli Selatan sebagai koordinator proses perencanaan pembangunan berkelanjutan di kabupaten ini.​

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Ir. Saulian Sabbih, Asisten II Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/IMG_2906.JPG
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Conservation International/photo by Wahyu Mulyono
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

​​Tanya (T): Bisa dijelaskan, apa saja potensi alam yang ada di Tapanuli Selatan dan apa masalah yang dihadapi?

Jawab (J): Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki tanah yang subur sehingga bisa ditanami berbagai macam tanaman seperti jagung, ubi, karet dan kakao. Tidak hanya itu, pantai di daerah Muara Opu menjadi tempat bersarang beberapa penyu langka. Dengan melimpahnya sumber daya alam maka tahun 2015 Pendapatan Daerah mencapai Rp 1,2 triliun dan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 8 triliun termasuk sektor pertambangan sebesar 1,5 Triliun. Sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 36%, diikuti oleh sektor pertanian sebesar 32% dan sektor perdangangan, hotel dan restoran sebesar 15%. Hal ini menjadikan Tapanuli Selatan sebagai salah satu kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Provinsi Sumatera Utara.

Namun, alam di Tapanuli Selatan juga mengalami kerusakan karena pembangunan. Dengan rusaknya lingkungan, maka kemampuan alam untuk menyediakan kebutuhan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan menjadi berkurang. Rusaknya lingkungan juga dapat menyebabkan generasi mendatang tidak dapat hidup di bumi ini dengan layak.

T: Mengapa prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan penting diterapkan di Tapanuli Selatan?

J: Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terus-menerus menuju perbaikan di segala bidang kehidupan masyarakat untuk mencapai tingkat kehidupan yang didambakan. Hal ini menunjukkan tujuan dari pembangunan adalah menyejahterakan masyarakat.

Dalam konsep pembangunan berkelanjutan terdapat prinsip-prinsip yang menjamin serasinya hubungan antara pembangunan dengan pelestarian lingkungan. Ada delapan prinsip yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yaitu pemerataan dan keadilan, pendekatan integratif, perspektif jangka panjang, keberlanjutan ekologis, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial budaya, keberlanjutan politik, serta keberlanjutan pertahanan dan keamanan.

Konsep pembangunan berkelanjutan ini juga sesuai dengan konsep "Markoum Marsilsolkot (Dalihan Na Tolu)" yang dianut masyarakat Tapanuli Selatan dan juga sejalan dengan ajaran agama yang mengharuskan kita manusia menjaga alam dari kerusakan untuk keberlanjutan fungsi alam serta memakmurkan alam yang merupakan amanah yang telah diberikan oleh sang pencipta.

Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan berkelanjutan menjadi keharusan. Dengan begitu wilayah Tapanuli Selatan akan mendapat keuntungan ekonomi, sosial dan lingkungan. Selain itu, hal ini juga menjadi solusi dari kerusakan lingkungan di wilayah ini.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Pemandangan dari Bukit Simago-mago di Tapanuli Selatan.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/View%20dari%20Bukit%20Si%20magomago_Nico%20Haryono%20(8).jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Conservation International/photo by Nico Haryono
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

T: Mengapa lingkungan menjadi faktor penting dalam pembangunan berkelanjutan, dan bagaimana proses perencanaan sebaiknya dilakukan?

J: Dalam konteks Tapanuli Selatan, pembangunan berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan juga mengeliminasi kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. Konsep pembangunan berkelanjutan menyadari bahwa sumber daya alam merupakan bagian dari ekosistem. Dengan menjaga dan memelihara fungsi ekosistem maka kelestarian sumber daya alam akan tetap terjaga.

Saya melihat di Australia masyarakat bisa membangun rumah tinggal di Taman Nasional dan menerima manfaat langsung dari keberadaaan Taman Nasional tersebut. Di masa mendatang, saya bermimpi di Tapanuli Selatan juga seperti itu, masyarakat bisa buat rumah di hutan lindung dan mendapat manfaat langsung dari keberadaan hutan lindung tersebut.

Dalam pembangunan berkelanjutan, faktor kualitas lebih diutamakan dari pada kuantitas. Fokusnya lebih ditujukan pada perbaikan dan peningkatan seluruh aspek kehidupan manusia untuk hari ini dan di masa mendatang. Makanya kita perlu pe​rencanaan yang baik dan kuat, yaitu perencanaan yang partisipatif atau melibatkan semua pemangku kepentingan pembangunan di Tapanuli Selatan.

T: Bisa diberikan salah satu contoh hasil perencanaan yang sudah dilakukan di Tapanuli Selatan?

J: Conservation International telah membantu kita membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Hasil dari KLHS tersebut memberikan rekomendasi untuk perbaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tapanuli Selatan. RTRW adalah suatu bentuk kebijakan publik yang dapat mempengaruhi keberlangsungan proses pembangunan berkelanjutan dengan melihat pada penataan lingkungan yang benar dan sesuai fungsinya. Sekarang saya dan tim sedang bekerja untuk menyelesaikan RTRW tersebut.

T: Adakah tips bagi pemerintah daerah lain yang ingin membuat perencanaan berbasis pembangunan berkelanjutan?

J: Kita sudah banyak melihat bencana dan kegagalan dalam membangun di negara tercinta kita ini. Saya rasa langkah kami sudah tepat dengan mulai mengintegrasikan prinsip–prinsip pembangunan berkelanjutan yang saya sebutkan diatas tadi ke dalam proses perencanaan pembangunan wilayah. Oleh karena itu, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah komitmen dari pemerintah daerah lain untuk menjalankan prinsip-prinsip berkelanjutan. Jangan sampai kita meninggalkan potensi bencana kepada anak cucu kita.​

​​

Popo Dedy Iskandar adalah Spatial Policy Senior Coordinator di Sumatera Utara, CI Indonesia. (23​ Desember 2016)

​​​​