Hiu Paus Muncul di Kaimana
Ikan terbesar di dunia bertotol ini akhirnya muncul juga

Oleh:  Wida Sulistiyaningrum

Selama ini tempat yang terkenal dengan atraksi whale shark atau hiu paus adalah di teluk Cendrawasih. Namun, beberapa minggu lalu Tim Conservation International di Kaimana berhasil mengambil gambar ikan terbesar di dunia ini di Kaimana. Isu keberadaan hiu paus di Kaimana memang sudah ada sejak lama. Beberapa liveaboard yang secara berkala pernah datang ke Kaimana, beberapa kali melaporkan tentang kemunculan ikan ini. Demikian juga dengan nelayan-nelayan lokal yang sering memancing di sekitar Teluk Triton dan Selat Iris, laut Kepala Burung, mereka juga melihat kemunculan ikan hiu ini. Namun, karena belum pernah melihat langsung, tim Monitoring CI Kaimana belum mau mengumumkan keberadaan ikan ini.

Siang itu, Tim Monitoring dari CI Kaimana beserta dua orang staff DKP Kaimana melakukan kegiatan rutin Resources Use Monitoring (RUM). Tim melakukan pendataan terhadap nelayan dan kapal ikan yang beroperasi di rute yang telah ditentukan oleh tim RUM. Dari kejauhan sudah terlihat tiga buah bagan yang beroperasi di perairan depan kampung Futa, daerah Selat Iris. Sesuai dengan prosedur RUM, tim RUM mulai mempersiapkan kamera dan form pertanyaan. Speed bergerak perlahan ke arah bagan.
 Duapuluh meter dari bagan ada sirip-sirip besar yang muncul dari permukaan air. Apakah hiu ? (tapi ukuran sirip besar sekali), atau itu paus ? (tapi sirip hiu tidak seperti itu). Whale shark !! Semua mata langsung tertuju ke ikan besar yang berenang di bawah bagan puri. Belum hilang rasa kaget kami, tiba-tiba dari belakang speed muncul whale shark yang lain.  Total ada tiga ekor whale shark yang singgah di bagan nelayan. Saat berada dibawah bagan, mereka membuka mulut berusaha menangkap ikan-ikan puri (Anchovy) yang dilempar nelayan bagan.

Ikan Terbesar
Hiu paus merupakan ikan terbesar di dunia. Hiu paus mengkonsumsi plankton dan ikan-ikan kecil sebagai makanannya. Dinamai hiu paus karena ukurannya yang besar seperti paus dan kebiasaannya menyaring makanan. Berdasarkan Data Merah IUCN, hiu paus termasuk vulnerable. Hiu paus dapat dijumpai di perairan laut tropis dan perairan beriklim hangat.

Kemunculan hiu paus di Papua selalu dikaitkan dengan keberadaan bagan puri. Cerita dari teluk Cenderawasih, hiu paus muncul karena adanya bagan puri yang beroperasi di Teluk Cenderawasih. Kejadian yang sama sepertinya terjadi di Kaimana. Semenjak bagan beroperasi di depan kampung Futa, hiu paus juga muncul. Hiu paus muncul bukan karena adanya bagan, tapi karena instingnya untuk mencari makan. Pada kondisi normal, tanpa bagan, hiu paus harus berpindah-pindah untuk mencari makanannya, sehingga keberadaannya sulit untuk diketahui. Bagan puri menampung ikan-ikan kecil yang menjadi makanan hiu paus, sehingga hiu paus beranggapan tempat itu merupakan lokasi makan mereka. Secara konsisten, mereka akan datang ke bagan untuk mendapatkan sisa-sisa puri yang dilempar dari bagan.

Di teluk Cenderawasih, keberadaan hiu paus di sekitar bagan menjadi atraksi wisata yang menarik. Pertanyaannya, jika puri yang menjadi target utama bagan telah habis, bagaimana dengan hiu paus? Apakah mereka masih tetap tinggal di teluk yang tidak lagi menyediakan makanan untuk mereka ?

*) Wida Sulistiyaningrum adalah Kaimana MPA Campaigner Specialist, CI Indonesia.