​​​Ekspedisi Bahari untuk Upaya Konservasi di Perairan Natuna 

​​​(Bagian Dua)


​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:New growing acropora branching coral.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/ci_81687336_Small.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Conservation International/photo by Ronald Mambrasar
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Tim ekspedisi Natuna melanjutkan survey hari keempat dan kelima pada tanggal 19-20 November 2015 di Perairan Natuna. Penyelaman selama dua hari terakhir tersebut ditargetkan pada enam titik perairan Natuna, yakni Tanjung Setekul, timur Pulau Bunguran, Pulau Sededap, Pulau Semasin, Karang Tua dan Pulau Buluh.

Kondisi cuaca pada ekspedisi Natuna hari keempat (19 November 2015) cukup baik, dan tim memulai penyelaman pertama di Tanjung Setekul Pulau Bunguran, yang juga merupakan rute utama akses transportasi masyarakat setempat. Jarak pandang selama penyelaman hanya 4 – 5 meter dan cukup menyulitkan tim penyelam untuk mengamati kondisi sekitar.

Di area ini, tim menemukan jenis penyu hijau betina yang telah langka, berukuran sekitar 1 meter yang sedang mencari makan di sekitar terumbu karang. Pada lokasi penyelaman kedua di Timur Pulau Bunguran, tim berhadapan dengan tantangan jarak pandang yang semakin buruk, kurang dari tiga meter.


Tidak banyak ditemukan jenis ikan karang di area ini, sebaliknya, tim justru menemukan sebagian besar terumbu karang telah mati atau telah ditumbuhi alga. Selain jarak pandang, cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim Ekspedisi Natuna.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Rubbles di bawah perairan Pulau Sededap.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/ci_55976738_Full.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Conservation International/photo by Ronald Mambrasar
Edit Layout:medium--pull-rightRight
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

Sebelum berpindah ke lokasi penyelaman ketiga, tim harus mencari tempat berlindung yang aman karena kondisi langit yang menghitam dan angin yang berhembus kencang secara tiba-tiba. Namun pada penyelaman berikutnya di Pulau Sededap, jarak pandang semakin baik (15 – 20 meter). Sayangnya tim menemukan banyak karang yang mati dan terdapat juga banyak patahan terumbu karang (rubbles).

Hari berikutnya, 20 November, rangkaian penyelaman terakhir dilakukan di Pulau Semasin, Karang Tua, dan Pulau Buluh. Di lokasi ini, tim menemukan berbagai jenis ikan karang seperti damselfish, parrotfish, batfish, dan lalosi serta karang berusia tua yang didominasi oleh table corals (karang meja). Sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur karena seluruh kegiatan survey telah terlaksana dengan baik, seluruh anggota tim menyelam untuk melakukan pengambilan data bersama di titik lokasi survey yang terakhir, Pulau Buluh.

Pada tanggal 21 November 2015, semua tim Ekspedisi Natuna kembali ke Pelabuhan Selat Lampa, Ranai dengan menggunakan perahu pompong,  salah satu moda transportasi utama masyarakat kepulauan.

​​​Image (half page with rollover caption)

Remove this module

Section Info​

EditTitle:
EditDescription:Perwakilan dari tim Ekspedisi Natuna, Ronald Mambrasar menyerahkan cinderamata kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi.
EditPhoto Url:/global/indonesia/cerita/PublishingImages/penyerahan%20cenderamata.jpg
EditPhoto Description:
EditPhoto Credit:© Conservation International/photo by Dewi Anggraini
Edit Layout:medium--pull-leftLeft
EditPhoto RenditionID Small:1[Optional]
EditPhoto RenditionID Full:2​​​​[Optional]
To wrap text around image, place text below module.

​Di Ranai, tim bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah seperti dari Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan Kabupaten Natuna untuk berterima kasih atas dukungan yang diberikan serta membagi informasi dari pengalaman survey kekayaan bawah laut Natuna.

​Diharapkan, hasil survey ini akan memberikan berbagai rekomendasi positif yang berkontribusi secara nyata bagi upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam laut Natuna yang merupakan sumber makanan dan penghidupan masyarakat, serta perkembangan wisata bahari Natuna di masa yang akan datang.

Sementara pada tingkat nasional, data kondisi karang dan potensi ikan karang dari hasil survey ini diharapkan dapat memberi masukan bagi penguatan kebijakan pengelolaan kelautan di Indonesia.

Hasil sementara yang kita peroleh dari survei ini adalah bahwa biomassa ikan untuk seluruh luasan lokasi survei (14 hektar) adalah 500kg dengan rata-rata 36kg/ha.


Untuk kepadatan ikan ditemukan bahwa ada 320 ekor ikan per hektar dengan ukuran mulai dari 13-17 cm sebanyak 2.270 ekor, ukuran 18-22 cm sebanyak 1.062 ekor, dan ukuran 8-12 cm sebanyak 1.830 ekor. Jarak pandang dalam air selama survei rata-rata 8 meter dengan minimum 3 meter dan maksimum 15 meter. Hasil yang lebih rinci akan disampaikan pada artikel Bagian Tiga. ​​(Desytha Dwiutami/24 November 2015)


Baca Juga: Ekspedisi Bahari untuk Upaya Konservasi di Perairan Natuna (3)​