25 Tahun: CI Umumkan Pencapaiannya
©Conservation International
 
 


Dari sebuah organisasi sederhana, sekarang memperingati tahun perak, dengan fokus misi baru dalam komitmen untuk melestarikan alam dan generasi masa depan.

CI didirikan dengan sebuah misi untuk melindungi keanekaragaman hayati keberadaan jasa ekosistem untuk kemaslahatan manusia. Organisasi ini kini berusia 25 sejak berdirinya pada tahun 1987, dengan berbagai keberhasilan dalam seperempat  abad kegiatan yang dilakukannya dan tantangan serta peluang kedepan yang sedang diusung oleh organisasi ini.
 
CI mempunyai sekitar 900 professional konservasi  dengan latar belakang beragam dan ada di 30  negera, berkantor pusat di Washington DC, tidak jauh dari tempat pertama kali didirikan pada bulan January di Tabard Inn  oleh konservasionis Peter Seligmann dan Spencer Beebe.

“Sangat berbeda. Pelestarian alam, saat itu bukanlah sesuatu yang menjadi prioritas. Perusahaan tidak berpikir sedikitpun tentang hal tersebut,  demikian pula pemerintah tidak memprioritaskannya dan sekolah pun tidak mengajarkan. Waktu itu, kami merasa adalah suatu yang wajib, yaitu menunjukkan dimana  alam dan kemanusiaan sesungguhnya merupakan suatu yang berhubungan. Bahwa ada hubungannya antara koservasi dan kesejahteraan ekonomi,” kata Seligmann, Chairman dan CEO CI.

PELAJARI : INISIATIF

Di tahun pertama organisasi,  CI  memfokuskan kerjasama dengan masyarakat lokal di tiga Negara dimana Seligmann dan Beebe  bekerja sebelumnya di The Nature Conservancy yaitu:  Bolivia, Kosta Rika dan Meksiko.  Tiga puluh lima rekan kemudian bergabung  pada saat pendirian tahun pertama. Dukungan ini membawa keyakinan bahwa visi mereka  suatu hari akan membawa revolusi, dimana masyarakat, pemerintah dan bisnis menilai dan mengelola  modal alamiah planet bumi.
 
“Kami yakin dalam upaya mencapai keberhasilan dalam konservasi, kami melibatkan masyarakat lokal dan  membangun kapasitas lokal, memberikan mereka kesempatan dan kepemilikan  untuk mengontrol konservasi di dalam negera mereka sendiri,” kata Seligmann,  alumni Yale School of Forestry & Environmental Studies.  “Kami merasa ada kaitan erat  untuk mencapai keberhasilan konservasi agar memdapatkan dampak yang berarti dan positif, maka kita harus melibatkan tidak hanya mereka yang memahami ilmu alam dan konservasionis, tetapi juga ilmu sosial dan ekonomi.”
 
Para anggota pendiri CI telah membuat pengorbanan pribadi untuk meletakkan landasan ini, meminjam uang dan bekerja keras diluar rumah untuk mewujudkan mimpi agar menjadi kenyataan.
 
Jika mengenang kembali hal tersebut,   mereka sadar bahwa pengorbanan itu tidak sia-sia. Sekarang, CI menjadi salah satu lembaga penerima nir laba papan atas dengan anggaran operasional berkisar  $150 juta USD per tahun berdampingan dengan 1,000 mitra dan melakukan investasi konservasi di lebih dari 40 negara.  Lembaga ini telah berkontribusi melindungi 106 juta hektar kawasan konservasi di kawasan darat maupun laut  (darat: 51 juta ha; dan laut: 55 juta ha);  mendirikan mekanisme pendanaan untuk mendukung upaya lokal pada kawasan-kawasan yang menjadi prioritas, misalnya dengan memfasilitasi pembuatan pertukaran hutang dengan alam (debt-for-nature swaps) yang dapat melestarikan taman nasional dan kawasan lindung, menemukan dan mencatat ratusan spesies endemis baru di negara-negara yang mempunyai keanekaragaman hayati tinggi dan membantu mereka menetapkan prioritas kawasan konservasi, bermitra dengan masyarakat adat dan masyarakat tradisional untuk mendukung upaya mereka mendapatkan peran dalam melindungi kearifan budaya dan sumber daya alam dan juga berupaya mendukung dimana pengambil kebijakan dan pengusaha dapat membuat keputusan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
 
“Pendekatan kami sangat luas namun strategis, diantaranya adalah mengusung ilmu pengetahuan untuk memberikan petunjuk dimana prioritas keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia dapat kita fokuskan.  Adapun implementasinya, mencakup dua hal: keterlibatan masyarakat yang tinggi serta kemitraan,” kata Seligmann.

“Dengan sebuah metafora, feet on the mud and head on the sky, kami yakin bahwa cara yang efektif untuk melakukan perubahan perilaku dan pembangunan berkelanjutan akan membawa dampak perubahan yang berarti—memberikan keahlian dan secara bersamaan dapat mencapai keberhasilan.”

Dr. Russell Mittermeier,  ahli primata terkemuka di dunia dan juga biolog lapangan, bergabung pada tahun 1989 sebagai Presiden CI. Dia mampu berbicara dalam enam bahasa, penulis 25 buku dan 655  makalah ilmiah, serta menghabiskan 200 hari dalam setahun untuk mengunjungi proyek-proyek konservasi dan pemimpin di seluruh dunia, dan sekarang masih memimpin Conservation International dengan Seligmann.

“Prioritas geografis dan investasi yang kami lakukan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan terbaik yang dapat diperoleh  dan dari dasar itulah kami kemudian dapat memberikan nasehat dan membuat sebuah keputusan,” kata Mittermeier. “Namun pendekatan yang kami lakukan terhadap konservasi telah berkembang dibandingkan dengan dua puluh lima tahun yang lalu.
 

Bermula di Kawasan Lindung

Pada awalnya CI memfokuskan kerjanya pada pembuatan kawasan lindung di hotspot keanekaragaman hayati, dengan keyakinan bahwa keanekaragaman hayati dapat terselamatkan jika dibuat sebuah ‘surga yang aman’ yaitu perlindungan kawasan.  Sekarang, perlindungan kawasan dalam berbagai bentuknya akan terus berlanjut  dan menjadi salah satu alat penting dalam mencapai tujuan konservasi dan juga sangat penting bagi komunitas manusia di dunia.  Namun, dijumpai pula realitas bahwa kawasan tersebut tidaklah cukup. Spesies masih punah dan banyak habitat yang mendukung kehidupan termasuk  yang telah dilindungi,  masih terus rusak. Ironinya, banyak pula populasi manusia masih berada dalam tingkat kemiskinan. 

LIHAT JUGA : Aktivitas di Lapangan

Jelaslah,  diperlukan agenda yang lebih luas dan visi yang  lebih besar dalam upaya menunjukkan bahwa alam bukanlah hanya sekedar untuk konservasi karena haknya untuk dilindungi, tetapi juga merupakan modal utama untuk meraih kesejahteraan umat manusia.
 
Dengan pemikiran tersebut, pada 2010  CI mendefinisikan ulang misi kelembagaannya untuk memperluas cakupan dan skala kerja  di seluruh permukaan bumi, dalam upaya menghadapi tantangan lingkungan terbesar di abad ini, yaitu berfokus pada hubungan yang lebih luas antara ekosistem dan hubungannya yang langsung  ekosistem yang sehar sebagai penyedia barang dan jasa yang diberikannya pada manusia: misalnya, makanan, air,  kesehatan, keanekaragaman hayati, warisan budaya dan ketahanan ikilm.  CI  juga terus mamatri hubungan dengan kemitraan baru seperti bank internasional, masyarakat madani,  dan yayasan-yayasan dengan inisiatif konservasi global yang berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia.

BACA JUGA : Dimana Kami Bekerja

“Dulu kami berfokus pada pembuatan taman nasional dan perlindungan kawasan alami untuk melindungan warisan alam kita. Sejalan dengan waktu, kami menyadari  bahwa kita harus mempertajam pendekatan konservasi kita dan menjalinkannya dengan kekuatan yang ada dalam upaya mengarahkan pada tantangan yang dihadapi bersama pemerintah dan pengusaha, seperti kemiskinan global, masalah pangan, kelangkaan air, perkembangan ekonomi dan mata rantai pasokan barang,” ujar Seligmann. 

“Dalam   25 tahun mendatang, kita harus secara tetap membuat aliansi baru mengajak banyak orang pada upaya konservasi kita dengan demikian  kita dapat mengatasi persoalan yang bersama dan dengan sumber daya kita yang penuh semangat.”

“Untuk mengatasi hal ini, kami berupaya menunjukkan konsep pada tingkat lokal, berbagi dan meningkatkan solusi –solusi ini hingga pada skala lebih besar dan mencakup skala lansekap atau yang lebih besar di pada tingkat regional (pulau) dan membantu komunitas, pengusaha, bank, pemerintah melihat bahwa apa yang menjadi perhatian mereka selama ini dapat dilakukan sambil mempertahankan secara berkelanjutan  nilai kekayaan alam yang sehat,” tambah Seligmann.

“Kami yakin hal ini dapat dilakukan melalui proses dari bawah ke atas dan juga dari atas ke bawah, kita sekarang akan mempunyai kesempatan terbaik untuk melakukan pilihan memenangkan permainan dukungan atas konservasi.”

Selama 25 tahun, CI telah bekerja dengan mitra di lima benua. Organisasi ini menggunakan tiga logo yang berbeda, yang paling terbaru yang diperkenalkan pada tahun 2010  ketika memperbaiki misinya. Logo logo tersebut telah berhasil menarik dukungan beragam mereka yang mempunyai visi  global baik dalam hal  bisnis, ilmu pengetahuan, hiburan dan filantropi, serta pemimpin adat dari Brazil dan Filipina, termasuk pada Dewan Direksi, Chairman’s Concil and Business and Sustainability. Dan logo tersebut sudah disesuaikan dengan tantangan baru.

Pada kesempatan ulang tahun ini, salah satu pendiri CI, Spencer Beebe, yang sekarang—pindah dari CI -- mendirikan dan memimpin Ecotrust , Portland Washington mengirim ucapan selamat kepada dewan penasehat, staf dan " Tim  pemberani di CI secara bersama-sama menaruh keyakinan mereka pada model pembangunan berbasis alam. Mereka  muncul dari bawah ke permukaan dengan kualitas  yang tidak diragukan dengan modal berbagai latar belakang dan asal usul. "

Sedangkan Anggota Dewan Wali Amanat  CI William Wrigley, Jr mengatakan, "CI adalah organisasi yang unik dengan kemampuan yang luar biasa untuk mengambil ilmu dan berpikir praktis dan cepat mengubahnya menjadi tindakan nyata yang benar-benar memiliki dampak positif pada kemanusiaan dan lingkungan kita. Dua puluh lima tahun terakhir prestasi CI luar biasa dan perubahan terjadi disebabkan oleh kiprah dan  difasilitasi oleh CI  terus meningkat setiap tahun. "

Dua puluh lima tahun yang lalu, menurut Seligmann CI membuat lompatan dan hari ini, juga melompat dengan keyakionan yang sama. “Empat dekade berikutnya akan menjadi tantangan serius karena populasi manusia akan melonjak ke lebih dari sembilan miliar dalam empat puluh tahun dan sepuluh milyar pada akhir abad ini. Permintaan untuk energi, makanan dan air akan dua kali lipat dalam empat dekade berikutnya, padahal kita hanya memiliki satu planet bumi.  Konservasi bukan barang mewah lagi. Ia adalah suatu keharusan. Jadi kita tidak dapat memperlambat. Kita harus benar-benar bersungguh-sungguh. " //