Memantau Satwa Menggunakan Perangkap Kamera Otomatis
 
 

Abu Hanifah Lubis*

Conservation International Indonesia telah mengidentifikasi kawasan Angkola termasuk daerah Batang Gadis, sebagai bagian penting dari koridor keanekaragaman hayati Sumatera bagian utara yang menjadi salah satu titik pusat kegiatannya. Dengan konsep ini berbagai kepentingan diharapkan dapat dijembatani. Terciptanya koridor keanekaragaman hayati di Sumatera bagian utara diharapkan akan menjamin berlangsungnya proses alami seperti siklus air dan unsur hara. Bersamaan dengan itu kelangsungan ekosistem termasuk di dalamnya kehidupan satwa besar seperti harimau, badak, gajah dan beruang akan lebih terlindungi. Dengan demikian populasi satwaliar dan keanekaragaman hayati, khususnya jenis-jenis endemik dan terancam akan lebih terjamin kelestariannya. Pada akhirnya, diharapkan kawasan usulan taman nasional akan berfungsi sebagai penyangga kehidupan untuk mendukung kesejahteraan manusia secara berkelanjutan.

Daerah Belantara Angkola yang mencakup kawasan Batang Gadis (minus daerah Sorik Marapi) di bagian selatan sampai mendekati Sibolga di utara diyakini memiliki nilai ekologi yang luar biasa. Di daerah ini hadir semua jenis hidupan liar yang spektakuler di Sumatera seperti harimau, tapir, siamang dan mungkin badak Sebuah survei yang lebih terfokus masih diperlukan untuk mengetahui apakah semua jenis satwa langka tersebut juga menghuni kawasan Batang Gadis yang diusulkan sebagai taman nasional.

Pemantauan melalui kamera otomatis

Antara bulan Juni 2004 dan Februari 2005, sistem kamera otomatis yang diaktifkan dengan sinar infra merah, dioperasikan beberapa lokasi di Taman Nasional Batang Gadis untuk mengambil gambar  semua satwa mamalia yang besar. Karena keterbatasan kamera yang dimiliki, maka lokasi yang dipilih untuk penempatan kamera otomatis ini didasarkan pada survei lapangan terdahulu dan informasi tentang keberadaan satwa kunci seperti harimau, tapir dan sebagainya.  Sensitivitas kamera diatur untuk dapat mengambil gambar pada kondisi sinar matahari lingkungan maksimum yang terjadi pada siang hari. Time delay antar jepretan diatur setiap menit sehingga mengurangi pemborosan film akibat melintasnya sekelompok hewan seperti babi hutan dan monyet. Seluruh kamera dioperasikan selama 24 jam sehari tanpa henti kecuali bila kamera dan film tidak berfungsi. Baterai dan film kamera diganti setiap 30 hari. Pemeliharaan kamera meliputi penggantian baterai, mengganti dan memasang kembali film, membersihkan dan memperbaiki tempat kamera serta mengumpulkan dan mengisi data waktu dan informasi lain di sekitar lokasi kamera. Hasil jepretan selama masa pemantauan dicatat dalam database bersama data rincian yang akurat tentang waktu dan tanggal pengambilan foto serta karateristik lokasi dan habitat di lokasi kamera (lihat: Apa istimewa kamera otomatis?).

Hasil

Sampai dengan Maret 2005, kameratrap sudah dipasang dibeberapa tempat dengan ketinggian yang bervariasi antara 800 – 2000 m dpl, yaitu: Aek Nangali (2 lokasi), Simpang Banyak (2 lokasi), Danau Sababaru – Sopotinjak (2 lokasi), Tanah Bange – Batahan, Aek Sihayo (2 lokasi), gunung Sorek Merapi (2 lokasi).

Hasil pemantauan satwa dengan menggunakan kamera otomatis di TNBG
 

Famili

Jenis

Nama Lokal

Aves

Argainus argus

Kuau raja

Phasianidae

Polypectron chalcurum

Kuau-kerdil Sumatra

 

Lophura inornata

Sempidan Sumatra

 

Gallus gallus

Ayam hutan merah

 

Rollulus rouloul

Puyuh sengayan

Mammalia

 

 

Felidae

Panthera tigris sumatrae

Harimau Sumatra

 

Catopuma temmincki

Kucing emas

 

Felis marmorata

Kucing batu

 

Felis bengalensis

Kucing kuwuk

Tapiridae

Tapirus indicus

Tapir tenuk

Suidae

Sus barbatus

Babi nangui

 

Sus scrofa

Babi hutan

Bovidae

Capcriconus sumatraensis

Kambing hutan

Cervidae

Muntiacus muntjac

Kijang muncak

 

Cervus unicolor

Rusa sambar

Tragulidae

Tragulus napu

Pelanduk napu

Cercopithecidae

Macaca nemestrina

beruk

 

Macaca fascicularis

Monyet ekor panjang

Tupaiidae

Tupaia tana

Tupai tanah

Erinaceidae

Manis javanica

Trenggiling

Sciuridae

Callosciurus notatus

Bajing kelapa

hystricidae

Hystrix brachyura

Landak raya

Ursidae

Helarctos malayanus

Beruang madu

Mustelidae

Martes flavigula

Musang leher kuning

 

Mydaus javanensisi

Teledu sigung

Viverridae

Paradoxurus hermaproditus

Musang luwak

 

Paguma larvata

Musang galing

 

Artictis binturongt

Binturong mantu

 

Hemigalus derbyanus

Musang tekalong