KONSERVASI KAWASAN PERAIRAN KEPULAUAN ANAMBAS
Pemerintah Indonesia mengumumkan pencadangan sebagian perairan Kepulauan Anambas seluas 1,261.686 hektar yang terletak di Laut Cina Selatan, sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN).

KENDARI, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) -- Pencadangan KKPN Kepulauan Anambas ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 6 Juli 2011 berdasarkan Surat Keputusan No. Kep.35/Men/2011  sebagai Taman Wisata Perairan (TWP). Pencadangan ini merupakan progress komitmen Pemerintah Indonesia dalam untuk mengkonservasi laut Indonesia seluas 20 juta ha pada tahun 2020. Pencadangan KKPN TWP Kepulauan Anambas merupakan inisiasi dari Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Loka KKPN Pekanbaru, Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten Anambas dan Conservation International (CI) yang merupakan bagian dari konsorsium Coral Triangle Support Partnership (CTSP-USAID). Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Gellwynn Jusuf atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan dukungannya atas kolaborasi berbagai pihak ini “Dukungan dari berbagai pihak ini sangat penting dalam membangun dan mengelola TWP Anambas kedepan,” tambahnya.

Selain itu Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) -Ditjen KP3K Dr. Toni Ruchimat, menyatakan bahwa pencadangan TWP Kepulauan Anambas tersebut menambah  total luasan kawasan konservasi perairan di Indonesia yang saat ini menjadi 15,4 juta hektar,  dari target 15,5 juta hektar pada tahun 2014.  “Luasan kawasan konservasi perairan ini sebenarnya bukan merupakan target utama, target kami adalah mengelola kawasan konservasi perairan tersebut secara efektif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat," jelasnya. “Pencadangan TWP Kepulauan Anambas dan laut sekitarnya di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan bentuk pengelolaan kawasan laut dengan sistem zonasi sehingga sangat terbuka untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan”. Toni menambahkan, bahwa berbagai aspek kegiatan  seperti penelitian, pendidikan generasi muda dan aktivitas ekonomi seperti perikanan ramah lingkungan--budidaya dan perikanan tangkap --- pariwisata bahari dan kegiatan lainnya dapat dilakukan sesuai zonasi secara berkelanjutan.

Sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Pembukaan 2nd Coral Reef Symposium on Coral Triangle Area malam ini, yang disampaikan Sekretaris Jenderal Dr. Gellwynn Jusuf, menyatakan bahwa kawasan ini juga akan memberikan keleluasaan dan optimalisasi bagi pemberdayaan ekonomi  masyarakat dari segi jasa  lingkungan dengan tidak melupakan fungsi konservasi yang sesungguhnya.
Penetapan KKPN TWP Kepulauan Anambas ini ini juga telah mendapatkan dukungan Bupati Kepulauan Anambas dan juga Gubernur Kepulauan Riau yang membuat surat dukungan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan “Kami berharap dengan adanya KKPN TWP Kepulauan Anambas dapat mendorong pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Kepulauan Anambas mengingat letak kabupaten ini yang dekat dengan negara-negara tujuan wisata seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Hongkong, serta Batam yang menjadi pintu gerbang di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Bupati Anambas Drs. T. Mukhtaruddin. 

Dari sisi keanekaragaman hayati laut, KKPN TWP Kepulauan Anambas memiliki ekosistem lengkap dan sumber daya hayati laut tinggi yang perlu dilindungi dan  dikelola. Kawasan ini mempunyai potensi ikan Napoleon (Cheilinus undulatus), dan merupakan habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang ditemukan bertelur di pantai Pulau Durai dan Pulau Pahat. Kedua pulau tersebut diduga merupakan habitat penyu sisik yang cukup signifikan di Indonesia bagian barat.

Ketut Sarjana Putra, Direktur Eksekutif CI Indonesia, menambahkan bahwa ”KKPN TWP Kepulauan Anambas merupakan salah satu pusat biodiversitas kelautan yang kaya di wilayah laut China Selatan, dan merupakan sumberdaya ekonomi kelautan yang sangat penting bagi Indonesia”. (END)

Catatan untuk Redaksi:

  1. Secara administratif KKPN TWP Kepulauan Anambas terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau.  Letak KKPN TWP Kepulauan Anambas di Laut Cina Selatan sangat strategiskarena karena berbatasan dengan sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia di bagian utara, serta Vietnam dan Thailand di bagian Barat.  Di KKPN ini terdapat 5 pulau-pulau kecil terluar yaitu Pulau Tokong Berlayar, Pulau Tokong Nenas, Pulau Mangkai, Pulau Dama dan PulauTokong Malang Biru.
  2. Kawasan KKPN ini menyimpan habitat perairan pantai penting dalam ekosistem perairan habitat Padang lamun yang ditemukan disejumlah pulau terutama Pulau Jemaja dan Matak.
  3. KKPN ini memiliki potensi perikanan yang tinggi terutama ikan-ikan pelagis dan karang

keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

1.       Suraji,
Seksi Perlindungan dan Pelestarian Kawasan
Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K –Kementerian Kelautan dan Perikanan. Telp : 08128238363              

e-mail: suraji_a@yahoo.com, suraji@kkp.go.id

2.        Yusmadi,

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas, telp: 081270104041,
email: wakyus_anambas@yahoo.co.id

3.        Tiene Gunawan,
Coral Triangle Initiative Senior Policy Specialist - CI Indonesia, telp: 0811110914,
e-mail: tgunawan@conservation.org

4.        Fachruddin Mangunjaya,
Publication Coordinator CI Indonesia telp 0812-9733393,

e-mail: fmangunjaya@conservation.org

Kerjasama: