Peningkatan Kapasitas Hitung Karbon Hutan
Papua  menghitung stok karbon hutan, untuk mendukung pembangunan berbasis karbon rendah

Oleh: Fachruddin Mangunjaya

Selama tiga hari 5-7 Oktober 2011, Gedung Dinas Otonom Kotaraja, Jayapura, disibukkan dengan kegiatan yang difasilitasi oleh CI Indonesia. Acara ini dimulai dengan sambutan Gubernur  Papua yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup  (BPSDALH) Ir Noak Kapissa,MSc yang menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah Papua untuk mendorong strategi low carbon development agar menjamin kekayaan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dapat bermanfaat secara lestari. 

Dalam sambutannya, dikatakan bahwa peningkatan kapasitas untuk penilaian sumberdaya alam, termasuk hutan dan karbon adalah merupakan komponen penting.  “Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk menjamin percepatan upaya peningkatan kapasitas ini,” Ujar Noak Kapissa.  Maka inisiatif dari CI untuk pelatihan pengukuran dan penghitungan karbon ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk pengumpulan data dasar karbon di Papua.

Menurut catatan Conservation International, kehilangan lahan gambut dan hutan melepaskan lima kali lebih banyak CO2 dibandingkan emisi sektor non kehutanan.  Oleh karena itu, Conservation International (CI) Indonesia, menginginkan peran aktif mitra dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim, dan melindungi proses ekosistem yang penting bagi kehidupan manusia.  

Selama ini CI Indonesia telah melakukan penjajagan program REDD+ dalam koridor community conservation di Mamberamo.  Dalam melakukan hal itu, CI bermitra dengan pemerintah daerah, pihak swasta pemegang izin HPH dan masyarakat lokal. Selain itu CI Indonesia  juga berupaya untuk mengurangi emisi karbon dan melestarikan habitat berharga bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat lokal.

Adapun pelatihan pengukuran karbon yang diikuti oleh 22 peserta dari berbagai instansi terkait yang berasal dari 16 lembaga di Provinsi Papua dan Kabupaten Mamberamo Raya meliputi pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan sektor swasta dibidang kehutanan.  “Sebagai salah satu kegiatan ditingkat lapangan, penting untuk meningkatkan kapasitas stakeholder lokal yang terkait, untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan ada di provinsi atau tingkat kabupaten,” ujar Robert Mandosir, Program Manager CI di Jayapura.

Adapun tujuan khusus dari pelatihan ini adalah: pertama, meyebarkan keterampilan dan pengetahuan yang berkaitan dengan pengukuran karbon untuk pemangku kepentingan yang relevan di provinsi. Kedua, meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan lokal terkait dengan akuntansi karbon. Serta ketiga, pengembangan rencana tindak lanjut upaya pengumpulan data baseline stok karbon ditingkat provinsi khususnya Papua. Semoga pelatihan ini menguntungkan untuk alam Papua. **