Menjaga Hutan, 500 Kepala Keluarga Menikmati Air dan Listrik Gratis
 
  
UPAYA REHABILITASI HUTAN TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO SEBAGAI DAERAH TANGKAPAN AIR BAGI 30 JUTA WARGA JABODETABEK
 
 
Pemkab Sukabumi, perwakilan Daikin dan Direktur CI mencoba air hutan TNGGP
 
Sukabumi, (Kamis, 5 Juli 2012). Limaratus kepala keluarga di seputar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang turut serta menjaga kelestarian hutan, mendapatkan air bersih dan listrik gratis. Program pembangunan instalasi air bersih dan sumber listrik tenaga air dilakukan oleh Conservation International (CI) bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Daikin Corporation. Program yang dikenal dengan Benteng Hijau atau Green Wall tersebut, saat ini telah berhasil menghijaukan kawasan hutan rusak seluas 250 ha dengan menanaminya dengan 100.000 tanaman.
 
Ketut Sarjana Putra, Direktur Eksekutif CI Indonesia mengatakan: “Upaya restorasi hutan TNGGP akan dapat memperbaiki fungsi kawasan tersebut sebagai daerah tangkapan air bagi 30 juta penduduk sekitar kawasan dan penduduk di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Keterlibatan masyarakat dalam upaya restorasi secara aktif sangat penting, karena mereka yang dapat merasakan langsung manfaat keberadaan TNGGP sebagai kawasan penyedia air bersih dan sumber listrik tenaga air”
 
Dalam upaya restorasi hutan rusak tersebut, 550 individu dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNGGP turut terlibat secara aktif. Air yang berasal dari sumber mata air TNGGP dialirkan dengan menggunakan pipa sejauh 6 km sampai ke rumah-rumah penduduk desa. Sedangkan penyediaan energi listrik tenaga air (Picohydro), memanfaatkan tenaga dari air sungai yang mengalir dengan bantuan instalasi pembangkit listrik sederhana. Instalasi tersebut dapat menghasilkan daya listrik sebesar 500 watt untuk memenuhi kebutuhan satu kampung yang terdiri dari 6 kepala keluarga.
 
Pada acara peresmian fasilitas air bersih dan listrik tenaga air di Nagrak, Sukabumi, hari ini, Ir. Agus Wahyudi, MM,  Kepala Balai Besar TNGGP mengatakan: “Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango  berpotensi sangat besar terutama atas jasanya sebagai penyedia air bersih.  Potensi air dalam satu tahun  mencapai 213 milyar liter, manfaatnya  mencakup  seluruh masyarakat yang ada di sekitar Taman Nasional seperti Tangerang, Jakarta dan Depok. Khusus untuk masyarakat desa disekitar kawasan TNGGP, kita ingin merekalah yang pertama kali merasakan manfaat adanya air ini, karena merekalah yang menjaga selama ini keberadaan hutan”.  Selain itu atas nama pemerintah dan Taman Nasional Agus Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Conservation International Indonesia maupun dari Daikin, yang telah berkontribusi dengan memberikan bantuan kepada beberapa kampung yang memang dinilai mempunyai komitmen yang cukup besar dalam upaya pemulihan kawasan ini.
 
Sementara dalam sambutannya Satoru Fujimoto, General Manager, CSR & Global Environment Center, Daikin Industries Ltd., menyatakan bahwa “Daikin sebagai perusahaan yang menyediakan udara nyaman, menganggap bahwa penting untuk melindungi hutan yang menciptakan udara yang sejuk dan menyegarkan.  Kami juga sangat mendukung kegiatan penyediaan air bersih dan listrik kepada masyarakat.  Hal ini membuat kami merasa senang karena dukungan kami yang terkait dengan perlindungan hutan, air dan keanekaragaman hayati di TNGGP, dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat”.
 
 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

  • Ir.Agus Wahyudi, MM, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,     Tel:+62263512776, Email: info@gedepangrango.org
  • Anton Ario, Gedepahala Program Manager Conservation International
    Indonesia, Tel:+628129363308, Email: aario@conservation.org
 
Catatan dari Redaksi
Program reforestasi dan restorasi hutan dalam rangka untuk melindungi dan mempertahankan kawasan tangkapan air di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (kawasan GedePaHaLa). Kedua kawasan ini adalah benteng terakhir yang menyokong kehidupan masyarakat Jawa Barat, DKI-Jakarta, dan kota-kota di sekitarnya. Saat ini luas kawasan yang harus segera mendapat tindakan rehabilitasi adalah sekitar 10.000 hektar (hampir 12 kali luas Kota Bogor).  Gerakan merehabilitasi kawasan rusak ini, akan mendukung Program Nasional Rehabilitasi 1 juta ha hutan kritis. Untuk  itu, inisiatif rehabilitasi dan restorasi kawasan yang bertajuk Benteng Hijau atau Green Wall pada daerah yang terdegradasi  tersebut harus terus dilaksanakan dan didukung semua pihak.
 
Total kawasan Gedepahala meliputi 135.332 hektar (hampir dua kali luas kota Jakarta). Keberadaan hutan alam di kawasan tersebut telah memberikan jasa lingkungan seperti ketersediaan air bersih, kualitas udara serta sumber energi listrik kepada masyarakat di Jawa Barat, DKI-Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, kawasan ini merupakan habitat satwa langka yang terancam punah, seperti Owa Jawa (Hylobates moloch), Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Surili (Presbytis comata) dan juga macan tutul (Phantera pardus). Adapun Jenis-jenis tanaman yang ditanam selama ini berjenis asli dari kawasan TNGGP: a.l. rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima wallichii)  Manglid (Maglonia blumei), suren (Toona sureni), kisireum (Syzigium rostrattum) dan salam (Eugenia clavimirtus).
 
Program Green Wall di kawasan TNGGP yang dilaksanakan oleh Conservation International Indonesia, TNGGP dan Daikin, dimulai sejak tanggal 5 November 2008. Lokasi  program lanjutan “Green Wall” berada di resort wilayah Nagrak, Sukabumi. Sasaran total perluasan program ini adalah 300 ha selama enam tahun (2008-2014).
 
Tujuan dari program Green Wall ini adalah:
  1. Untuk merestorasi kondisi hutan perluasan TNGGP menjadi ekosistem hutan hujan tropis pegunungan
  2. Merehabilitasi areal yang rusak dan merestorasi areal hutan monokultur menjadi hutan campuran.
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan
 
Otto Soemarwoto memperkirakan laju konversi kawasan puncak menjadi bangunan dan villa mengakibatkan peningkatan larian volume air dari 5 persen curah hujan menjadi 40 persen. Dengan curah hujan 3.000 mm/tahun, kenaikan volume larian air adalah 10.500m³/ha/tahun yang setara dengan 2.100 truk tangki minyak berkapasitas 5.000 lt. Maka umpama terjadi konversi (penggundulan) vegetasi hutan sebanyak 10 ha artinya sama dengan melepaskan 21.000 truk air berkapasitas 5.000 lt dari puncak.
 
Tentang Conservation International (CI) - Berlandaskan pada ilmu pengetahuan, kemitraan dan pengalaman, CI memberdayakan masyarakat untuk menjaga alam, keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Didirikan pada 1987, CI bermarkas besar di  Washington DC, mempekerjakan 900 orang yang bekerja di 30 negara di empat benua, serta bekerja dengan lebih dari  1,000 mitra di seluruh dunia.  Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.conservation.org , atau Facebook dan Twitter.
Tentang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1980. Saat ini, dengan luas 22.815 hektar, kawasan Taman Nasional ini merupakan ekosistem hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Macan Tutul Jawa, Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Sigung, dan lainnya serta sekitar 250 jenis burung termasuk Elang Jawa dan berbagai jenis élang lainnya. Selain potensi flora dan fauna, potensi hidrologinya sangat tinggi karena merupakan hulu dari 3 DAS besar (Ciliwung, Citarum, Cimandiri) dengan 60 sungainya, sebagai pembangkit 4 PLTA (Saguling, Cirata, Jatiluhur dan Cimandiri). Serta potensi bentang alam berupa  keindahan ekosistem hutan hujan tropis Indonesia. Info lebih lanjut, silakan kunjungi web Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
 
Tentang Daikin adalah perusahaan industri terbesar kedua di dunia pada bidang manufaktur pendingin ruangan, dan juga flourochemical-bahan kimia berbentuk flor. Perusahaan global yang berbasis di Jepang ini mempunyai 30 cabang di seluruh dunia. Dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan kenyamanan melalui pendingin udara dan ramah lingkungan, kami juga masuk dalam daftar Global 100 untuk kedua kalinya (perusahaan yang paling stabil di dunia) yang diumumkan pada acara pertemuan dunia untuk ekonomi di Davos. Info lebih lanjut, silahkan kunjungi web Daikin