Adopsi Pohon
Green Wall itu Sudah Mulai Menghijau

Perlahan tetapi pasti, Conservation International Indonesia bersama para mitranya telah mampu menghijaukan kawasan perluasan taman nasional Gunung Gede Pangrango serta Gunung Halimun-Salak. Sejak dicangankan pada Juli 2008, telah ditanam dan dipelihara sekitar 250 hektar pohon.

”Pohon yang paling tinggi adalah suren, dengan ketinggian tujuh meter dan sudah dapat dipanjat,” kata Anton Ario, Program Manager Gedepahala. Menurutnya, dalam program penanaman pohon ini, perlakuan dimulai dengan menumbuhkan pohon tumbuh cepat (fast growing trees) dengan maksud supaya pohon tersebut dapat menjadi pelindung bagi pohon yang tumbuh dibawahnya.

Sejak pencanangan program yang dimulai dari gerakan Ibu menanam, bulan Juli 2008, gerakan penanaman pohon dan perawatannya selama tiga tahun sudah gencar dilakukan. Para mitra yang menjadi pelopor antara lain beberapa perusahaan dan bahkan partai politik. Lihat (peserta) Adopsi Pohon.

Selain jenis-jenis tanaman hutan seperti manglid, puspa, rasamala, kasireum, pena¬naman juga dilakukan di kawasan paling luar tapal batas dengan tanaman produktif misalnya nangka, aren, petai, jengkol, pala, yang pilihan penanamannya disukai oleh masyarakat setempat.

Menurut catatan, untuk pengerjaan program penanaman Green Wall saja telah dilibatkan 20 kelompok tani dengan total sekitar 500 orang petani Jika dihitung secara kasar, gerakan penghijauan gunung ini telah melibatkan sampai dengan 800 petani penggarap yang mereka beraktifitas di kawasan perluasan taman nasional.

Selain menanam pohon, petani juga diperbolehkan untuk melakukan tumpang sari seperti bertanam singkong, cabai dan sayur mayur. Adapun pendatang paling baru dalam adopsi pohon ini adalah  Bank International Indonesia (BII) yang penyerahan adopsinya dilakukan oleh Rita Mirasari disaksikan Direktur Surat Utang Negara, Kementeriaan Keuangan, Bhimantara Widyajala di kantor pusat BII, Jakarta, pertengahan Oktober lalu.

Selain itu sekitar 150 orang karyawan Recapital Group, dan 30 anak yatim piatu hari  Sabtu 23 October  dengan sukacita  juga  melakukan penanaman pohon bersama di areal Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Ridwan Zachrie, Direktur Eksekutif Recapital Amanah Foundation, mengatakan program adopsi pohon ini, adalah salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Green Capital.  Selain itu, kata Ridwan, kegiatan adopsi pohon ini juga untuk mendidik masyarakat untuk melestarikan lingkungan, terutama di daerah Jawa Barat yang saat ini rawan terjadinya bencana alam.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk, tutur dia, terjadi penurunan kualitas tanah, penurunan kondisi emisi gas buang, serta semakin banyaknya lahan kritis sehingga kondisi hutan dan lahan di Jabar saat ini sudah cukup memprihatinkan.

“Untuk tahun ini kami pakai 2 hektare dulu. Tahun depan ditambah lagi. Kami menargetkan dalam 3 tahun ke depan ada sekitar 10 hektare lahan yang ditanami pohon sebagai CSR kami,” tambah Ridwan yang juga menjabat Managing Director Recapital Advisors.

Adapun Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciece (IFEES) adalah sebuah organisasi lingkungan yang berbasis di Inggris, juga melakukan kerjasama dengan Konsorsium Gedepahala untuk melakukan penghijauan di Indonesia dengan fokus pada lahan pesantren. “ Kami ingin, para santri mendapatkan pelajaran praktis menanam pohon untuk memelihara lingkungan,” kata Fazlun Khalid, Director IFEES yang berkantor di Birmingham.