20 Tahun Seribu Penemuan Spesies Baru
 
Dua puluh tahun studi lapangan  menghasilkan temuan luar biasa.

Penemuan ini membantu masyarakat, kalangan usaha dan berbagai bangsa membuat keputusan cerdas tentang pengembangan lahan dan penggunaan air. Conservation International (CI)  melaporkan temuan-temuan ini dalam sebuah buku baru untuk menandai hasil konservasi bersejarah dari sebuah gawean yang diberi nama Rapid Assessment Program [Program Kaji Cepat itu].
 Kelelawar buah hidung pipa (Nyctimene sp.)
Buku bertajuk 'Still Counting'… [Masih menghitung...] yang disunting oleh Leeanne Alonso, Direktur Program Kaji Cepat (RAP) CI, merupakan catatan ekspedisi ke beberapa  daerah paling terpencil di planet ini. Catatan-catatan itu tertuang dalam bentuk memoar, laporan kesejarahan, panduan metodologi. Kesemuanya menceritakan kembali tantangan fisik dan pribadi yang dialami para ilmuwan. Tambah menarik karena catatan-catatan itu dilengakpi dengan 400 foto berwarna spesies langka yang menakjubkan.

Ekspedisi ini adalah kerja sama CI dengan banyak ilmuwan terkemuka “Sungguh petualangan luar biasa,” kata Alonso, yang telah mengkoordinasi dan memimpin survei selama 13 tahun terakhir. “Meskipun kita terus menekan alam, namun alam tetap menakjubkan, menginspirasi dan mengajari kita akan harta tersembunyi dan jasa ekosistem yang diandalkan oleh masyarakat, dan bahwa kita masih baru mulai mengerti.

Top 20
Untuk menandai dua puluh tahun, CI telah menunjuk Top 20 sejarah program tersebut. Spesies (tercantum dalam catatan editor di bawah), termasuk beberapa penemuan biologi paling mengejutkan, unik, atau terancam, termasuk jenis yang telah dipublikasikan di media dengan nama populer seperti  ‘katak pinokio’ , ‘kelelawar yoda’, ‘hiu berjalan’, dan ‘salamander ET’. Mereka termasuk diantara 1300 spesies baru atau yang jarang terlihat.
 
Diluncurkan pada tahun 1990, ide di balik penciptaan RAP adalah untuk membangun sebuah tim ahli biologi lapangan terbaik dari berbagai disiplin ilmu, dan menciptakan “suatu tim SWAT ekologi yang mampu menilai kesehatan ekosistem secara akurat dalam waktu yang jauh lebih singkat dari biasanya”.
Tim perintis RAP merupakan dua  ahli biologi lapangan legendaris, Ted Parker dan Al Gentry, yang meninggal secara tragis dalam suatu kecelakaan di lapangan, namuin keduanya meninggalkan warisan ilmiah yang tetap hidup sampai hari ini.

Lebih Jauh Tentang RAP: Aktifitas Penelitian Lapangan

Sejak saat itu, RAP CI diperluas hingga mencakup 10-30 ilmuwan per ekspedisi dari berbagai disiplin ilmu dan lembaga pemerintah, LSM, dan akademis di seluruh dunia. Dengan demikian, RAP telah merevolusi sejarah studi biologis dengan lincah, namun tetap dengan survei ilmiah yang ketat. Biasanya, studi demikian berlangsung hanya empat sampai enam minggu, dengan lima sampai tujuh malam eksplorasi per situs.

Program tersebut telah menyelesaikan 80 survei di 27 negara, termasuk 51 RAP teresterial, 15 RAP Kelautan dan 13 RAP air tawar. Pencapaian utama dari survei meliputi:

  • koleksi lebih dari 1300 spesies baru yang belum pernah dilihat sebelumnya.
  • lebih dari 500 spesies ini secara resmi telah digambarkan oleh ahli taksonomi, tetapi lebih banyak lagi yang saat ini sedang diproses
  • investasi lebih dari $5.300.000 untuk komunitas lokal dan ekonomi nasional melalui pendanaan yang utamanya digunakan di dalam negeri penciptaan, perluasan, atauHiu berjalan atau 'kalabia' (Hemiscyllium galei) manajemen peningkatan hampir 21 juta hektar kawasan lindung (81.000 + ~ mil persegi)
  • distribusi data untuk 400 spesies terancam sedunia dan catatan baru dan informasi tentang lebih dari 2.000 spesies 
  • pelatihan lebih dari 400 mahasiswa dan ilmuwan di negara-negara berkembangan
  • landasan kerja untuk klaim masyarakat adat atas tanah, sehingga dalam penciptaan kawasan konservasi, komunitas khusus di negara-negara termasuk Peru dan Cina, bisa mendapatkan dan mengelola lahan mereka
  • metodologi yang sekarang digunakan dalam sebuah program disebut IBAT (Integrative Biodiversity Assessment Tool/ Alat Kaji Keabekaragaman Hayati Integratif) untuk mengembangkan usaha mereka.

Presiden dan primatolog CI, Dr Russ Mittermeier, yang telah terlibat dalam banyak survei RAP, menjelaskan dalam buku bahwa visinya adalah untuk melatih “superstar masa depan”.
 
Kebanyakan mereka hidup di negara tropis di mana ekspedisi berlangsung. Dia mengatakan, “Kami benar-benar telah meletakkan dasar bagi masa depan dan menciptakan konstituen untuk konservasi ke depan.”

Alonso, seorang entomolog, berkata, “Spesies adalah blok bangunan dari semua ekosistem alam. Kita hanya tahu sedikit tentang masing-masing jenis ini, dan peranan mereka adalah menjaga panet kita tetap sehat dan fungsional dari penyaringan air tawar hingga menyebar bibit; mengendalikan hama, menyerbuk tanamani dan memberikan obat yang menyelamatkan banyak jiwa yang kita bergantung”.

Ada sekitar 1,9 juta spesies hewan telah didokumentasikan, tetapi diperkirakan bahwa sebanyak 10-30 spesies organisme tersebut belum dapat ditemukan dan dijelaskan secara ilmiah.

Banyak yang menghilang sebelum ilmuwan sempat memiliki kesempatan untuk menemukan dan mempelajari mereka – sebuah proses yang dikenal sebagai kepunahan tragis Centinelan.

Dengan melakukan survei RAP di tempat-tempat yang sedang dipertimbangkan untuk pengembangan industri, RAP mampu membuat data spesies yang lain bisa hidup dan menghilang tanpa pengetahuan siapa pun.