Bentang Laut Kepala Burung Papua
© CI/Photo by Sterling Zumbrunn
© CI/Photo by Sterling Zumbrunn 
 
Bentang Laut Kepala Burung Papua terletask di pusat Segitiga Terumbu Karang. Bentang Luat tersebut berada di barat laut Papua, Indonesia, membentang dari  timur Teluk Cenderawasih hingga mencapai bagian barat kepulauan Raja Ampat dan pantai FakFak-Kaimana ke selatan.

Memiliki lebih dari 1.500 spesies ikan karang dan mengalami peningkatan ancaman dari ekstraksi sumberdaya dan pembangunan yang tidak berkelanjutan,  Bentang Laut Kepala Burung tidak diragukan lagi sebagai prioritas global konservasi laut. Paus Biri, Ikan pari, dan ikan humphead menambah keragaman dan keunikan satwa liar di laut, yang sebagian besar belum ditemukan oleh para ilmuwan.

Meskipun kaya akan spesies, namun hanua 11 persen dari bentang laut yang memesona ini dilindungi. Terumbu karang sudah menunjukkan akibat dari kegiatan manusia.

Sementara populasi penduduk di wilayah tersebut sedikit, masayarakat tinggal di semenanjung pantai yang sanaat bergantung pada laut sebagai mata pencaharian mereka. Untuk menjaga mata pencaharian mereka tetap utuh/terjaga, kami membantu membangun sebuah komunitas kerjasama setempat dan pemerintah setempat mengesahkan wilayah perlindungan laut yang menlindungi keanekaragaman hayati Bentang Laut yang luar biasa tersebut dan menjamin masa depan bagi masayarakat yang hidupnya tergantung oleh bentang laut tersebut.

Meraih keberhasilan
Lima tahun yang lalu, Rudy Dimara adalah seorang nelayan yang menggunakan dinamit dan cara-cara yang merusak lainnya untuk mengambil terumbu karang di kepulauan Raja Ampat. Seiring waktu, Dimara mulai memperhatikan kalau populasi ikan terus berkurang, dan kemudian ia mendekati Conservation International (CI) untuk meminta bantuan memulihkan terumbu karang. 

Raja Ampat sering disebut sebagai "permata mahkota" keanekaragaman hayati laut di Bentang Laut Kepala Burung. Kapal pendidikan MV Kalabia MV mengunjungi desa-desa di di Raja Ampat, kapal pendidikan tersebut biasanya menerima sambutan hangat dari masyarakat, meskipun tidak memberikan makanan atau persediaan medis. Sebaliknya, Kalabia memberikan pendidikan bagi anak-anak setempat yang mengajarkan nilai sesusunggunnya sistem alam bagi kehidupan manusia yang sehat.