KKLD Papua Barat
 
 
Rudy Dimara dan Ronald Mumbrasar melakukan monitoring terumbu karang di Raja Ampat. © CI/Photo by Muhammad Erdi Lazuardi

Meraih kesusksesan
Oleh Molly Bergen, Muhammad Erdi Lazuardi

Lima tahun yang lalu, Rudy Dimara adalah seorang nelayan yang menggunakan dinamit dan cara-cara yang merusak lainnya untuk mengambil terumbu karang di kepulauan Raja Ampat. Seiring waktu, Dimara mulai memperhatikan kalau populasi ikan terus berkurang, dan kemudian ia mendekati Conservation International (CI) untuk meminta bantuan memulihkan terumbu karang.

Sekarangi, mata pencaharian Dimara's tetap melaut namun pekerjaannya sekarang adalah khusus melindungi terumbu karang yang sama yang sebelumnya ia hancurkan. Saat ini ia menjadi bagian dari tim CI di Bentang laut Kepala Burung Papua.


Aksi lokal, dampak luas

Melalui proyek pendidikan daerah, masyarakat lokal menyadari bahwa keanekaragaman hayati mereka dalam bahaya, dan bahwa tindakan serius diperlukan untuk melindunginya. Salah satu metode yang telah berhasil dilaksanakan adalah sistem sasi.

Sasi merupakan sebuah mekanisme masyarakat yang berfungsi mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan, merupakan sebuah tradisi tua di Papua dan kebanyakan provinsi lainnya di Indonesia, dengan batasan-batasan khusus yang ditetntukan pleh perjanjian masyarakat. Contohnya, suatu desa memilih hanya membuka terumbu karang tertentu untuk menangkap ikan selama 2 minggu dalam 1 tahun — dan bahkan kemudian hanya lobster, teripang dan moluska yang bisa ditangkap. Penangkapan ikan dengan menggunakan dinamit sudah dilarang selama ini, seperti kompresor oksigen yang akan meningkatkan jumlah hewan-hewan yang bisa ditangkap oleh setiap nelayan.

Kesepakatan Sasi sering disertifikasi oleh gereja lokal atau masjid, hal ini mendorong nelayan untuk menghormati batasan-batasan mereka. Dalam empat tahun sejak bentang laut didirikan, tim patroli masyarakat hampir menghilangkan dieliminasi penangkapan ikan ilegal di enam jaringan wilayah lindung laut di Raja Ampat (MPAs).


Dukungan Masyarakat

Upaya besar yang dilakukan orang-orang seperti Dimara dan Mumbrasar — digabungkan dengan peningkatan dramatis jumlah spesies yang ditemukan di daerah selama beberapa tahun terakhir - telah meningkatkan dukungan lokal untuk konservasi.

Pendidikan tentang konsekuensi akibat kepunahan spesies mendorong komunitas gereja lokal dari pulau-pulau Ayau di Raja Ampat utara mengirim surat ke CI,

Empat tahun sejak Bentang laut Kepala Burung Papua didirikan, tim patroli masayarakat telah hampir mengurangi penangkapan ikan ilegal di enam jaringan wilayah laut yang dilindungi di Raja Ampat.
Tim Terkoordinasi Sebagai seorang pemantau terumbu karang, Dimara bekerjasama dengan anggota masyarakat lainnya yang semuanya memiliki alasan sendiri untuk bergabung dengan CI. Contoh Ronald Mumbrsar, seorang siswa SM yang tertarik  dengan terumbu karang ketika ia mengetahui kalau Raja Ampat merupakan salah satu tempat terbaik scuba diving di dunia. Dimara dan Mumbrasar belajar menyelam dan sekarang menilai kesehatan ekosistem dan spesies saat bekerjasama dengan penduduk setempat untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan.

Kegaiatan ini merupakan ambisi besar CI di bentang laut Kepala Burung PAPua, tempat dimana kami bekerja untuk memperluas upaya konservasi di semua sektor, skala dan geografi yang luasnya sama dengan Kamboja.


Kehidupan di Kepala Burung

Perairan Indonesia timur adalah rumah bagi kehidupan yang menakjubkan — dengan lebih dar 1.800 spesies ikan karang yang hidup di batu-batuan karang, dan ikan paus biru raksasa (Balaenoptera musculus) dan ikan pari (Manta birostris) mendiami perairan yang lebih dalam. Tidak bagi spesies saja, perairan ini menyediakan makanan dan peluang wisata bagi masayarkat pesisir, namun juga membentuk blok eksosistem laut yang terlindung, menyerak karbon dan menyediakan manfaat lainnya bagi manusia dan juga hewan.

Namun, sejak tahun 1970 telah terjadi penangkapan ikan berlebihan dari spesies komersil seperti lobster (Panulirus versicolor), teripang (Holothuria sp) dan moluska. Peraturan telah membuktikan sangat sulit dipatuhi ketika banyaknya tekanan penangkapan datang dari kapal-kapal asing, dari tempat-tempat seperti Taiwan dan Filipina.

Pada tahun 2005, CI dan mitra membantu mendirikan Bentang Laut Kepala Burung Papua untuk meningkatkan tata kelola dan kesehatan ekosistem laut di

menjanjikan bahwa mereka akan menghentikan perburuan penyu hijau (Chelonia mydas) jika diberikan alternatif sumber protein. CI mengirimkan 10 warga Ayau ke Bali untuk mengikuti pelatihan peternakan babi, dan beberapa desa kini bergantung pada babi untuk diambil  daging dan produksi biogasnya (bahan bakar terbuat dari kotoran babi). Perburuan penyu hampir dihilangkan di wilayah tersebut; contoh terbaru saat ini adalah perubahan sikpa konservasi, pemerintah lokal dan pemuka masyarakat memerintahkan seseorang untuk melepaskan tujuh penyu yang telah ia tangkap untuk dijual ke pulau lain.

Tahun ini, CI dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) meluncurkan program 2 tahunan peningkatan kapasitas pengelolaan MPA untuk memberdayakan tokoh masyarakat membuat  konservasi cerdas da keputusan pembangunan.

CI terus menjadi partner penting bagi masyarakat lokal yang sering meminta staf CI untuk hadir pada pertemuan dengan pemerintah, untuk membantu memberikan suara konservasi masyarakat. Mereka juga berharap mengembangkan kapasitas mereka untuk kegiatan mata pencaharian yang berkelanjutan lainnya, seperti ekowisata.
Memetik Keberhasilan

Dunia laut merupakan biome terbesar di Bumi, apa yang terjadi pada suatuu wilayah kemungkinan berdampak tak terduga pada ratusan atau ribuan ekosistem ekosistem yang ribuan mil jauhnya.  Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya kelautan akan memerlukan upaya koordinasi di semua tingkat pemerintahan — dari skala komunitas sampai tingkat provinsi, nasional dan multinasional.

Dalam Bentang Laut Burung Papua's Head Seascape (bersama dengan bentang laut lainnya di seluruh dunia), keberhasilan ditingkat masyarakat seperti sistem sasi didukung oleh kebijakan dan kapasitas kuat di tingkat provinsi dan nasional. CI mendukung kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, industri dan organisasi, seperti kami berusaha keras memulihkan dan meelindungi wilayah hgang pealing penting (dan rentan) perairan.