Bentang Laut

CI bertujuan melestarikan spesies dan habitat penting sambil mempertahankan kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa kelautan.

 
 
INISIATIF SEGITIGA TERUMBU KARANG (CTI)
Inisiatif Segitiga Terumbu Karang merupakan kemitraan pemerintah yang didedikasikan untuk mempromosikan laut yang sehat dengan membantu masyarakat mengelola sumber daya laut mereka melalui penciptaan dan penguatan Kawasan Perlindungan Laut (MPAs), mempromosikan manajemen bentang laut pada skala besar, meningkatkan perikanan, beradaptasi terhadap perubahan iklim dan memulihkan spesies yang terancam.
BENTANG LAUT KEPALA BURUNG PAPUA
Bentang Laut Kepala Burung Papua terletask di pusat Segitiga Terumbu Karang. Bentang Luat tersebut berada di barat laut Papua, Indonesia, membentang dari timur Teluk Cenderawasih hingga mencapai bagian barat kepulauan Raja Ampat dan pantai FakFak-Kaimana ke selatan.
BENTANG LAUT SULU SULAWESI
Bentang laut Sulu-Sulawesi yang terletak di antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut di dunia. Bentang laut ini mencakup area seluas 900.000 kilometer persegi (hampir 350.000 mil persegi) dan menyediakan mata pencaharian dan makanan bagi lebih dari 40 juta orang.
KKLD PAPUA BARAT 
Lima tahun yang lalu, Rudy Dimara adalah seorang nelayan yang menggunakan dinamit dan cara-cara yang merusak lainnya untuk mengambil terumbu karang di kepulauan Raja Ampat. Seiring waktu, Dimara mulai memperhatikan kalau populasi ikan terus berkurang, dan kemudian ia mendekati Conservation International (CI) untuk meminta bantuan memulihkan terumbu karang.
KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH
Beberapa tahun lalu, Desa Tárcoles di Kostarika tak ubahnya seperti komunitas-komunitas nelayan lainnya di bentangan laut Pasifik Tropis Timur. Kemiskinan meningkat seriring dengan penurunan sumberdaya, dan harga ikan hasil tangkapan tetap rendah karena pasar yang kuasai industri.
KAPAL PENDIDIKAN KALABIA
Conservation international dan TNC bekerja sama untuk pendidikan anak-anak di Raja Ampat. Kapal bernama Kalabia ini berukuran panjang 32 meter, dan mampu menampung 24 penumpang termasuk 8 awak kapal. Kalabia adalah nama lokal untuk jenis ikan hiu endemik Papua Utara "walking shark." (ikan ini berjalan di tanah dengan siripnya), yang merupakan jenis baru dari genus Hemiscylliidae."