Sumatera
Harimau Sumatra
Harimau Sumatra
@ CI By Camera Trap
 

Rehabilitasi Pesisir Aceh

Program rehabilitasi pesisir Aceh telah merehabilitasi 220 hektar  hutan mangrove, rehabilitasi 60 ha tambak dan penamaman 230 ribu bibit mangrove dari spesies Rizhopora mucronata dan R. apiculata di sepanjang daerah pesisir dekat Desa desa Deyah Raya yang meliputi 2 km pesisir pantai yang terkena dampak tsunami. Pada akhir proyek, sekitar 80 persen dari bakau di kebun pembibitan masih hidup hingga sekarang.

Selain pembibitan mangrove, CI Indonesia membantu membangun kelompok petani udang desa bernama Kelompok Tambak Deyah Raya. Kelompok itu menandatangani perjanjian kemitraan untuk membantu 30 pemilik perikanan tumbuh udang organik sebagai sumber penghasilan untuk membantu pemulihan ekonomi mereka setelah bencana tsunami.


Hutan Batang Toru Range & Taman Nasional Batang Gadis

Di DAS Batang Toru dan sekitarnya, pendidikan dan kampanye kesadaran CI menargetkan kelompok baik di sekolah-sekolah umum di tingkat SD dan utama, serta masyarakat lokal. Topik utama fokus diskusi pada peran kunci dari orangutan dan harimau dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan sungai di daerah aliran sungai. Beberapa desa di dekat hutan Batang Toru saat ini mendorong partisipasi masyarakat dan berbagi tanggung jawab untuk melindungi tutupan hutan Batang Toru. Desa-desa telah menunjuk  kepemimpinan dalam menjaga habitat orangutan di bagian selatan hutan dengan berfokus pada melindungi kekayaan alam Batang Toru. CI Indonesia juga terlibat dalam Taman Nasional Batang Gadis, kawasan konservasi penting lainnya di bagian barat daya Provinsi Sumatera Utara, sejak pertama kali dinyatakan sebagai taman nasional pada 2004. Disini CI bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memastikan mereka menyadari batas-batas taman nasional dan memonitor wilayah kunci taman nasional tersebut dengan jebakan kamera. (pdf Development Collaborative 1.3MB)

Koridor Sumatera Utara

Koridor Sumatera Utara (NSC) membentang lebih dari 100 km (62 mil) di sepanjang pegunungan Bukit Barisan. Daerah ini mencakup empat ekosistem utama: Seulawah, Leuser, Western Toba DAS dan ekosistem Angkola, yang meliputi 1,8 juta hektar (hampir 7.000 mil persegi) di Provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam.

Program Koridor Sumatera Utara CI ini mendukung masayarakat lokal dalam usaha mereka melindungi habitat orangutan di hutan Batang Toru, dan program monitoring keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh manajer program CI untuk mengidentifikasikkan kekayaan spesies yang ada di wilayah tersebut. Spesies yang treancam punah seperti kucing serow (Capriconus sumatrenis), kucing emas Asia (Pardofalis temminckii), linsang (Prionodon linsang), dan landak (Hystrix sumatranus) telah diidentifikasi. Upaya perlindungan Conservation International melalui NSc (Koridor Sumtarea Utara) ini dengan cara mendorong pemerintah daerah untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) antara Conservation International Indonesia dan Kabupaten Tapanuli Selatan. MoU tersebut menyatakan bahwa wilayah Toru Batang dan Rawa Siondop Rawa dimasukkan sebagai bagian dari kategori hutan besar konservasi kawasan Taman Nasional.