Program Kemitraan Pembangunan Lansekap Berkelanjutan (SUSTAINABLE LANDSCAPES PARTNERSHIP – SLP)
 
Tantangan global --seperti perubahan iklim, persaingan untuk mendapatkan lahan pertanian dan akses air bersih--mendorong sektor swasta, pemerintah dan LSM untuk bekerjasama menemukan solusi menguntungkan secara ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.

Program Kemitraan Pembangunan Bentang Alam Berkelanjutan  [Sustainable Landscapes Partnership – SLP] adalah sebuah kemitraan inovatif  yang menghimpun kalangan pemerintah, dunia usaha (swasta) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengidentifikasi, mengembangkan dan mencari solusi baru dalam mencegah kerusakan hutan dan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui pengembangan model-model usaha beremisi rendah karbon.

 

SLP bertujuan untuk mewujudkan sebuah wilayah di mana:

1. Emisi dari kerusakan hutan, rawa dan kawasan industri berkurang;

2. Pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat meningkat;

3. Kesejahteraan terdistribusi secara merata;

4. Alam dan keanekaragaman hayati terjaga.

 

Program SLP dilaksanakan oleh Conservation International Indonesia selama lima tahun dari 2011 sampai 2016,   dan didukung oleh US Agency for International Development (USAID) dan the Walton Family Foundation.

 

Setiap bentang alam  yang dipilih melalui seleksi,  berpotensi untuk menghasilkan produk dan jasa berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan. Dalam pemilihan kabupaten, digunakan analisis ilmiah untuk mengkaji areal yang memiliki potensi tinggi dalam hal konservasi hutan, emisi karbon untuk dimitigasi, keanekaragaman hayati, peningkatan kesejahteraan penduduk, dan investasi sektor swasta dalam pembangunan rendah karbon.
 
LIHAT JUGACara Seleksi Program Kemitraan Pembangunan Landsekap Berkelanjutan (PDF 300 KB)

Saat ini SLP sudah dilaksanakan pada dua kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan.


Peta Mandailing Natal


Peta Tapanuli Selatan

Salah satu kegiatan utama SLP di dua kabupaten tersebut adalah membantu Pemerintah Kabupaten menyusun dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk mendukung pembangunan kabupaten yang strategis dan berkelanjutan. Selain itu, SLP juga melakukan kemitraan dengan sektor swasta dalam investasi pembangunan rendah karbon, dan pemangku kepentingan lokal lain (LSM, pemerintah lokal, unsur masyarakat lian), dalam penguatan kapasitas untuk menerapkan prinsip produksi komoditas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Program SLP diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 26-41% pada 2020 melalui sebuah pendekatan kerjasama publik-swasta sebagai katalisator pembangunan rendah karbon di wilayah dengan nilai konservasi tinggi.​

 
LEBIH LANJUT:  Lembar Fakta tentang SLP (PDF 509 KB)

Untuk informasi, silahkan hubungi:

Simon Badcock
Chief of Party (COP) Landsapes Partnership
sbadcock@conesevation.org
 
Primatmojo Djanoe
Terrestrial Communications Manager
pdjanoe@conservation.org

Call for Proposal:
 

1. Activity Title: Facilitating the establishment of Community Conservation Agreements (CCA) for Village Nature Conservation in Mandailing Natal regency, North Sumatra Province
 
Request for Proposals Reference Number: 07/SLP-MDN/G/03/2014   
The Opening and Closing deadline dates for this call for applications: 

 
    Opening Date          : 25 March 2014 
    Closing Date            : 7 April 2014

   

 

 

2. Activity Title: Facilitating the establishment of Community Conservation Agreements (CCA) for Village Nature Conservation in Tapsel regency, North Sumatra Province
 
Request for Proposals Reference Number: 08/SLP-TPS/G/03/2014
The Opening and Closing deadline dates for this call for applications: 

 
    Opening Date          : 25 March 2014 

    Closing Date            : 7 April 2014
 

                      Request For Proposal - Facilitating CCA in Tapanuli Selatan in BAHASA