​​​​​​​​​Lokasi Kerja

​Program CI Indonesia saat ini terfokus pada 5 provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Bali, dan Papua Barat dengan pendekatan strategies yang bervariasi dengan mengintegrasikan nilai dan konteks budaya setempat (local wisdom). Kami berupaya menerapkan program konservasi sumber daya alam dengan pendekatan hulu hilir (ridge to reef) demi menjaga keberlangsungan fungsi lingkungan untuk pemenuhan sosial ekonomi masyarakat. Pembelajaran dari masing-masing lokasi diharapkan menjadi sumber inspirasi dan masukan bagi pengembangan kebijakan konservasi sumber daya alam di tingkat nasional.

 
 
SUMATERA U​​TARA

ADMIN_TAPUT.jpegCI Indonesia sudah bekerja di Sumatera Utara sejak tahun 2001, dimulai dengan program Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) dimana CI bersama beberapa donor/mitra mendukung Pemerintah Indonesia dalam bentuk dana hibah senilai 10 juta USD untuk empat koridor di Sumatera, termasuk Sumatera Utara. Pada tahun 2004, CI Indonesia turut membantu Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) dalam pembentukan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). 

Saat ini CI Indonesia bekerja di Sumatera Utara melalui dua program yakni Sustainable Landscapes Partnership (SLP) dan Sustainable Agriculture Landscapes Partnership (SALP). SLP bekerjasama dengan sejumlah mitra di kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara untuk mengembangkan dan menguji solusi inovatif dalam skala bentang alam untuk mengatasi tantangan lingkungan yang ada saat ini dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Program SLP diharapkan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dapat diamplifikasi ke tingkat nasional. 

Sementara di Pakpak Bharat, CI Indonesia melaksanakan program SALP untuk mendukung pembangunan berkelanjutan ADMIN_MADINA.jpegmelalui praktik pertanian yang ramah lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat memberikan model pertanian berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus melestarikan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ​




PAPUA BARAT

Papua Barat admin.pngDi Papua Barat, CI Indonesia telah memulai program Bird's Head Seascapes (BHS) atau Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) pada tahun 2004. Program BHS dimulai di Kabupaten Raja Ampat yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) dunia. CI membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam membangun dan memberi dukungan teknis dan pembiayaan dalam pengelolaan sekitar 12 Kawasan Konservasi Perairan (KKP) seluas 3,6 juta hektar. CI dan para mitra menerapkan landasan ilmiah membangun jejaraing KKP tersebut sehingga KKP tersebut mampu berfungsi memperkuat  ketersediann stock perikanan dan nilai jasa lingkungan untuk pariwisata berkelanjutan.

Saat ini CI Indonesi​a melakukan program yang terintegrasi dalam mendukung Pemerintah lokal dan nasional dalam memperkuat pengelolaan jejaring KKP. BHS juga menjadi sebuah model global untuk pengelolaan kelautan skala besar. Program ini telah membantu Pemerintah di tingkat lokal sampai nasional dalam penguatan kebijakan pengelolaan KKP, perikanan berkelanjutan, perlindungan spesies, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 


Papubarat2.png

KEPULAUAN RIAU

​Kami bekerja di bentang laut Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna bersama sektor migas serta Pemerintah yang bekerja di sana dalam membangun model kemitraan antara sektor swasta, pemerintah, dan LSM untuk sebuah pembangunan kelautan yang berkelanjutan.

 JAWA BARAT

Kami bekerja bersama dengan dua Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak di Sukabumi untuk mendorong sebuah mekanisme pembayaran jasa ekosistem daerah aliran sungai, yang menyediakan air bersih bagi lebih dari 30 juta orang di sekitarnya.

 BALI

Kami berupaya membangun model pengelolaan sebuah pulau dengan pendekatan hulu hilir (Ridge to Reef), yakni pengelolaan yang terintegrasi antara Jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP) laut dan konservasi darat. ​

bali.jpg