​​​​​Profil Penerima Hibah IGSP

​​​​

Images Thumbnail List

Remove this module

Module Configuration

EditSection Heading
EditAnchor tag for sticky nav:[Optional]

Sections

Photo and Text List

Row

Edit Title:Bank Sampah Yayasan Misool Baseftin
Edit Text: Dibentuk pada bulan Februari 2014, program Bank Sampah dari Yayasan Misool Baseftin berangkat dari kepedulian terhadap Raja Ampat. Sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, Raja Ampat merupakan destinasi wisata turis domestik maupun mancanegara. Peningkatan aktivitas dan populasi di Raja Ampat mengakibatkan peningkatan jumlah volume sampah. Oleh karena itu, Yayasan Misool Baseftin menawarkan solusi bank sampah untuk membantu mengatasi masalah ini. Kata “Baseftin” berasal dari bahasa lokal yang berarti “milik kita bersama”, sebagaimana tujuan dari proyek ini untuk mengatasi masalah pencemaran sampah di Raja Ampat melalui peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sampah yang telah dipilah dan didaur ulang akan memberikan pemasukan tambahan bagi masyarakat. Sejauh ini, proyek bank sampah Yayasan Misool Baseftin telah memiliki 2.702 orang nasabah dan 51 unit pengelolaan sampah. Proyek ini pun berhasil membuka lapangan kerja lokal untuk pengelolaannya. Ke depannya, proyek Bank Sampah Yayasan Misool Baseftin akan membuat Perjanjian Kerjasamma dengan Dinas Kebersihan di Sorong untuk proyek penjajakan pengelolaan sampah rumah tangga bagi sekitar 10.000 keluarga pada lima kelurahan di Kota Sorong.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture1.png
Edit Photo Alt Text: Alt Text
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down

Row

Edit Title:Koperasi Manduni Putra
Edit Text: Dibentuk pada tanggal 1 April 2014, proyek penangkaran penyu di Kampung Mudraidiba, Manokwari, Papua Barat, tidak hanya bertujuan untuk melindungi empat spesies penyu saja. Koperasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait konservasi penyu dan membantu peningkatan perekonomian masyarakat. Dana Inovasi Small Grants Program (ISGP) yang diperoleh oleh Otobaja Tarami, pendiri inisiatif ini, digunakan untuk membangun koperasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Koperasi ini memperoleh pendanaannya pada periode I program: September 2015 – Maret 2016. Sebanyak tiga orang anggota inti dan tujuh orang anggota tetap turut membantu dalam penataan daerah konservasi. Hingga kini, dana ISGP telah membantu pembuatan rumah penetasan telur penyu, pembuatan bak pemeliharaan, dan pelepasan tukik. Salah satu fungsi koperasi yang dibangun adalah untuk membantu pendanaan perlindungan tukik, misalnya memberikan kompensasi kepada pedagang telur penyu yang menjual telur-telur penyu untuk dikonservasi. Sepanjang tahun 2015-2016, hampir 10.000 ekor tukik berhasil dilepaskan dari pusat konservasi penyu ini.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture2.png
Edit Photo Alt Text: Alt Text
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down

Row

Edit Title:Program Peduli Sungai Remu Kota Sorong
Edit Text: Membentang seluas 20,82 km dan sepanjang 30,79 km, Sungai Remu merupakan sungai ikon di Kota Sorong, Papua Barat. Sungai ini merupakan tempat warga bergantung hidup dan mengambil air untuk keperluan sehari-hari. Namun, akibat penambahan populasi kota serta penebangan pohon yang tidak bertanggung jawab, Sungai Remu mulai rusak di akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an. Berangkat dari kepedulian terhadap sungai ini, Program Peduli Sungai Remu dibentuk pada 2015. Aktivitas kelompok ini fokus pada kampanye dan sosialiasi kepada masyarakat, pemangku kepentingan, serta pengambil kebijakan mengenai pentingnya Sungai Remu bagi warga kota Sorong. Kepedulian kelompok ini membuahkan hasil. Melalui kerjasama dengan media untuk mengangkat berita tentang krisis Sungai Remu, sebuah peraturan berhasil dicetuskan untuk melindungi Sungai Remu. Peraturan yang dicetuskan pada bulan Agustus 2015 tersebut adalah Perda tentang Pengelolaan Hutan Mangrove yang mewajibkan reboisasi dan upaya konstruktif untuk perbaikan Sungai Remu. Tidak hanya itu, upaya ini juga menginspirasi lahirnya Forum Pencinta Sungai Papua Barat.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture3.png
Edit Photo Alt Text:
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down

Row

Edit Title:Kelompok Nelayan Perempuan Penangkap Kepiting Itfunfidir Base Abuma
Edit Text: Berangkat dari hasil kajian yang menunjukkan tingginya potensi kepiting di wilayah Tugarni (Kaimana) dan sekitarnya, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) membentuk kelompok nelayan perempuan di empat kampung, yakni Tugarni, Afu-afu, Bayeda, dan Moyana. Hingga saat ini, total anggota keempat kelompok nelayan perempuan tersebut mencapai 144 orang. Keempat kelompok tersebut juga turut didampingi oleh CI dan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Sebanyak 20 dari 144 orang anggota kelompok tersebut merupakan penerima langsung dana hibah Inovasi dari tahap I: September 2015 – Maret 2016. Dua puluh nelayan perempuan ini berasal dari Kelompok Nelayan Perempuan Penangkap Kepiting Itfunfidir Base Abuma, Kampung Afu-afu. Dana hibah digunakan untuk pelatihan tentang tiga topik: pelatihan mengenai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster dan Rajungan, pelatihan penanganan kepiting, dan cara mengikat kepiting. Sejak bulan Januari hingga Maret 2016, kelompok nelayan perempuan dari Kampung Afu-afu ini berhasil menangkap 3.469 ekor kepiting. Ke depannya, diharapkan ketiga kelompok nelayan perempuan di tiga kampung lainnya bisa mendapatkan hibah juga dari tahap II ISGP.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture4.png
Edit Photo Alt Text:
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down

Row

Edit Title:Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Papua (HMJIK UNIPA)
Edit Text: Melalui dana hibah yang diterima dari ISGP, HMJIK UNIPA berupaya untuk memberikan solusi kepada masalah kesehatan pesisir kota Manokwari melalui proyek jamban pesisir. Ide ini berangkat dari hasil kajian bahwa bakteri E. coli di perairan Teluk Doreri Manokwari telah mencapai ambang batas teratas dari standar kualitas air yang didasarkan pada Kep-82/MENKLH/2001. Bakteri ini mencemari Teluk Doreri, mencemari karang hasil transplantasi, mencemari air sumur, bahkan ikan yang dikonsumsi oleh manusia. Dengan dana hibah Inovasi, HMJIK UNIPA berencana untuk melakukan survei atas tingkat kelayakan fasilitas sanitasi pada masyarakat Kampung Borobudur dan Fanindi. Selain itu, mereka juga akan merancang tipikal Teknologi Tepat Guna: Jamban Pesisir Sederhana (JPS) yang dapat digunakan untuk fasilitas sanitasi yang tidak mencemari lingkungan pesisir kota Manokwari. Inisiatif ini membutuhkan biaya yang besar, misalnya untuk pembelian 12 profil tank yang masing-masing seharga Rp 2.500.000. Dari proyek ini, HMJIK UNIPA berharap bahwa masyarakat bisa mengakses fasilitas sanitasi yang tepat guna dan akan menciptakan lingkungan pantai dan laut yang bersih dan berkelanjutan. Selain itu, kesadaran pemerintah dan semua pemangku kepentingan dapat ditingkatkan dalam kegiatan pengelolaan limbah di wilayah Manokwari.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture5.png
Edit Photo Alt Text:
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down

Row

Edit Title:Kelompok Masyarakat Kampung Kamaka
Edit Text: Terletak di pesisir Teluk Triton, Kaimana, Kampung Kamaka memiliki potensi lingkungan dan sumber daya laut yang sangat tinggi. Wilayah ini memiliki potensi terumbu karang yang tinggi, potensi wisata sebagai wilayah migrasi hiu paus, dan tempat penyu bertelur. Sayangnya, kesadaran penduduknya terhadap potensi ini masih rendah. Maka, Kelompok Masyarakat Kampung Kamaka dibentuk untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungannya. Sejak menerima dana hibah dari program ISGP, Kelompok Masyarakat Kampung Kamaka berhasil melaksanakan kegiatan pada tanggal 18 Januari 2016. Kegiatan tersebut meliputi aksi bersih pantai serta pemasangan tong sampah dan spanduk di daerah sekitar pantai. Acara ini diikuti oleh warga dari semua lapisan masyarakat, mulai dari anak kecil hingga warga senior. Sejauh ini, Kelompok Masyarakat Kampung Kamaka berhasil melakukan acara pembersihan di sekitar gereja, kampung, dan jalan-jalan umum. Tidak hanya itu, tujuan awal mereka untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan juga cukup berhasil. Melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan, para ibu rumah tangga yang biasa membuang sampah dari dapur ke laut kini paham cara mengolah sampah dengan baik.
Edit Link for Header and Photo:[Optional]
Edit Photo URL: /global/indonesia/PublishingImages/Picture6.png
Edit Photo Alt Text:
EditPhoto Credit:
Edit Photo RenditionID Small:6[Optional]
Edit Photo RenditionID Medium:7[Optional]
Move Up Move Down
Add row

​​​