Workshop Internasional tentang Blue Carbon
 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, bekerjasama dengan Conservation International (CI) dan German International Coperation (GIZ) menyelenggarakan International Workshop on Blue Carbon dengan tema ‘From Indonesia to the Blue Planet’. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember 2013 di Hote Borobudur, Jakarta.

Workshop bertujuan untuk mempersiapkan kerangka kerja dan peranan IPTEK dalam pengelolaan ekosistem pesisir sebagai penyimpan karbon untuk mendukung penyusunan Rencana Ilmiah Indonesia Karbon Biru.  Workshop ini juga dilaksanakan untuk membangun jejaring stakeholder yang menyeluruh di Indonesia yang akan memperkuat pengembangan IPTEK dan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi isu-isu terkini mengenai dampak perubahan iklim pada sumber daya pesisir, IPTEK, dan kebijakan untuk pengelolaan dan konservasi ekosistem pesisir.

Workshop Internasional ini secara resmi dibuka oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Prof. Syarief Widjaja, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang seperti perwakilan pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, sektor swasta, dan LSM. Narasumber adalah para pengambil kebijakan dan pakar-pakar internasional seperti Prof. Daniel Murdyarso dari CIFOR, Boone Kauffman dari Universitas Oregon, Amerika, dan Dr. Andreas Hutahaean dari Balitbang KKP.  Sementara narasumber dari CI adalah Dr. Emily Pidgeon, Senior Director CI dan Dr. Tiene Gunawan, Marine Director CI Indonesia.

Dalam pemaparannya berjudul Blue Carbon: A Transformational tool for Coastal Conservation?  Emily menguraikan tentang pentingnya ekosistem pesisir dalam mengontrol emisi gas rumah kaca, terutama karbon.  Selain itu, Emily juga menggambarkan bahwa tingkat serapan karbon ekosistem pesisir, seperti mangrove dan lamun, jauh lebih tinggi ketimbang hutan tropis lainnya.  Berdasarkan hal tersebut, CI bekerjasama dengan IUCN dan IOC-UNESCO mengembangkan program global yang disebut dengan The Blue Carbon Initiative dalam rangka melakukan mitigasi perubahan iklim melalui restorasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari ekosistem pesisir.  Inisiatif ini bekerjasama dengan pemerintah, lembaga penelitian, LSM, dan masyarakat dari seluruh dunia.  Saat ini sudah terbentuk 2 Kelompok Kerja (Pokja), yaitu Pokja Sains dan Pokja Kebijakan.

Sementara Marine Director CI Indonesia, Dr. Tiene Gunawan, menyampaikan materi berjudul Mitigating Climate Change, Protecting Biodiversity, and Generating Livelihoods in the Global Center of Marine Biodiversity.  Dalam presentasinya, Tiene mengidentifikasi beberapa ancaman terhadap kelestarian hutan mangrove, seperti konversi mangrove menjadi tambak, illegal logging, dan pembangunan jalan.  Pada kesempatan ini, Tiene juga menjelaskan bahwa CI Indonesia sedang memulai inisiatif program Blue Carbon di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.  Ada beberapa alasan mengapa Kaimana dipilih sebagai pilot project, yaitu kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk keberadaan spesies endemik, memiliki hutan mangrove yang cukup luas, dan kekayaan budaya masyarakat setempat.  Selain itu, CI Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kaimana  sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan Kawasan Konservasi Perairan, sehingga program Blue Carbon Kaimana akan diintegrasikan dengan program biodiversity dan perikanan.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
 
Rony Megawanto
Marine Policy Specialist
Conservation International Indonesia
Tel: +622178838626
HP: +62 8
12 4114 5999
Email: 
rmegawanto@conservation.org
CI mencanangkan enam pilar untuk mencapai perkembangan keberhasilan konservasinya. Apa saja enam pilar tersebut?
Indonesia  memiliki tempat dengan keragaman hayati yang kaya, banyak kawasan yang masih asli,  belum terjamah dan diselidiki oleh para ilmuwan.
CI bertujuan melestarikan spesies dan habitat penting sambil mempertahankan kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa kelautan.