Page Content
Ada hiu yang berjalan di dasar laut. Ini adalah salah satu dari lima puluh spesies dari khasanah kelautan Indonesia yang baru ditemukan dalam enam minggu belakangan. Ini penemuan ilmiah terbaru di Indonesia.
Sebelumnya, beberapa spesies juga ditemukan pada ekspedisi Pegunungan Foja 2008, yang juga tergolong penemuan baru dalam ilmu pengetahuan.
Sebagian besar kehidupan laut di sekitar negara-negara di Asia Tenggara ini merupakan misteri bagi ilmuwan, terutama karena ukurann, bentuk dan lokasinya yang unik. Indonesia bak rantai mutumanikam 17.500 pulau , melintasi garis khatulistiwa antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Gempa bumi dan letusan gunung berapi biasa terjadi. Kawasan ini pun disebut “ring of fire”. Terbentang dari timur ke barat, lebih lebar dari benua Amerika Serikat. Indonesia memiliki berbagai tempat yang memiki keragaman hayati paling kaya — beberapa diantaranya merupakan kawasan yang masih asli, belum terjamah dan diselidiki oleh para ilmuwan.
Pemerintah Indonesia menargetkan melindungi lebih dari 10 juta hektar wilayah pesisir pada tahun 2010. Sayangnya, hal tersebut kurang mendapatkan perhatian.
Padahal, hanya dalam waktu tiga dekade, Indonesia telah kehilangan 80 persen hutannya. Perkebunan karet, kelapa sawit, dan hutan tanaman industry yang menghasilkan kayu pulp telah mengambil alih fungis hutan. Laju deforestrasi yang begitu cepat diperkirakan mengakibatkan 2 miliar ton karbon terlepas ke udara setiap tahun, dan menjadikan Indonesia sebagai negara keempat penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, setelah AS Cina dan Uni Eropa.
Beberapa pulau-pulau Indonesia, yang merupakan habitat satwa-satwa liar yang istimewa, telah terhindar dari perkembangan yang merusak sekarang ini. Melihat kedepan, para ilmuwan secara khusus sangat khawatir akan dampak perubahan iklim globa terhadap alam Indonesia. Pola hujan yang baru menimbulkan dugaan bahwa abad ini akan lebih sering melahirkan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan iklim, yang menaikkan tingkat permukaan lautan dan menghancurkan pulah-pulau serta terumbu karang. Sejak kegiatan ekonomi terjadi di sepanjang pantai, dampak terhadap masyarakat nelayan dapat mematikan.
Namun perkembangan menggembirakan terjadi setiap hari. Tiga gubernur di Indonesia mengumumkan moratorium penebangan untuk benar-benar memberikan Bumi ruang bernapas untuk menahan karbon dan gas rumah kaca. Pengalihan wewenang dalam perlindungan dan pengelolaan atas darat dan laut melalui desentralisasi melahirkan kawasan lindung pertama yang dinyatakan pemerintah daerah, yakni kepulauan Raja Ampat di Sumatra. Pada skala nasional, para pemimpin masyarakat dan kalangan swasta bekerja keras untuk menghentikan dan mengurangi penggundulan hutan serta kerusakan lingkungan lainnya.
Subsection 01
Program rehabilitasi pesisir Aceh telah merehabilitasi 220 hektar (hampir 544 hektar) rawa/hutan mangrove. CI Indonesia menanam 230 ribu bibit mangrove dari spesies Rizhopora mucronata dan apiculata Rizhopora di sepanjang daerah pesisir dekat Desa desa Deyah Raya. Pada akhir proyek, sekitar 80 persen dari bakau di kebun pembibitan masih hidup hingga sekarang.
Subsection 02
Hampir keseluruhan, sekitar 180.000 km wialyah dilindungi di seluruh Sundaland (sumatera), mewakili 12 persen dari total luas area hotspot itu. Namun, hanya 77.000 kilometer persegi dari wilayah ini (5,2 persen dari hotspot) berada di kawasan lindung di IUCN kategori I hingga IV. Selain itu, kecenderungan di seluruh hotspot telah melindungi yang paling terancam, paling sedikit digunakan, dan habitat paling berharga, seperti hutan di atas pegunungan. Semakin banyak ragam pentingnya hutan dataran rendah dan kurang terwakili dalam sistem kawasan lindung dan rentan terhadap pembangunan pertanian dan industri kayu.
Subsection 03
Sejak tahun 2003, CI Indonesia telah memulai berbagai upaya rehabilitasi dan restorasi di daerah Gunung Gede Pangrango. Rencana rehabilitasi eksosistem yang disebut dengan "Green Wall" telah berhasil bermitra dengan masyarakat setempat untuk menanam kembali pohon-pohon asli, serta pohon-pohon yang bernilai ekonomi dalam rangka m manfaat dari sumber daya alam.
Subsection 04
Halmahera adalah nama sebuah pulau di kawasan Indonesian. Ekspedisi Halmahera berupaya mengeksplorasi seluruh wilayah Laut Halmahera dan pulau-pulau di sekitarnya, termasuk Kepulauan Ternate dan Tidore, Kepulauan Goraici dan Bacan, Selat Patientie, di selatan Kepulauan Damar dan Widi, Teluk Weda, Teluk Buli, Teluk Kao, Teluk Kepulauan Galela/Tobelo, Kepulauan Morotai, dan Kepulauan Loloda Utara/Loloda Selatan.
Subsection 05
Pada tahun 2011, CI Indonesia akan membentuk 4,5 juta hektar (lebih dari 17.000 mil persegi) Koridor Konservasi Mamberamo dalam DAS Mamberamo yang akan menghubungkan empat daerah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional (Rouffaer, Foja / Mamberamo, Jayawijaya dan Lorentz) dengan menghubungkan hutan adat. CI telah bekerja memetakan sumberdaya lokal oleh masyarakat, kawasan suci dan kawasan konservasi tradisional. Daerah yang dipetakan mencakup sekitar 100.000 hektar (250.000 akre), setengah dari yang dianggap sebagai hutan konservasi tradisional oleh masyarakat setempat.